Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kemenag Minta Masjid DIY Cek Arah Kiblat: Beda 1 Derajat, Salatnya Geser 40 Km

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jemaah sedang salat di masjid. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jemaah sedang salat di masjid. Foto: Pixabay

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta kepada masyarakat, terutama para pengurus masjid dan musala untuk mengukur kembali arah kiblat di masjid dan musalanya masing-masing.

Pasalnya, bergeser sedikit saja dari arah yang semestinya, maka arah salatnya bisa melenceng jauh dari Ka’bah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kemenag DIY, Jauhar Mustofa. Menurut dia, apabila arah kiblat di masjid bergeser 1 derajat saja, maka sudah melenceng sejauh 40 kilometer dari Ka’bah.

"Pergesaran 1 derajat saja dari arah kiblat, kita sudah melenceng dari Ka'bah sejauh 40-an kilometer sehingga tidak menghadap Masjidil Haram lagi," kata Jauhar dihubungi Pandangan Jogja, akhir pekan kemarin.

"Dulu pengetahuan kita secara umum tentang arah kiblat hanya menghadap ke barat miring ke utara sedikit. Pertanyaannya miring berapa derajat?," lanjutnya.

Arah kiblat untuk daerah Jogja berada di kemiringan berkisar 24 derajat ke utara dari arah barat. Namun, penentuan arah barat menurutnya juga membutuhkan alat. Meski demikian, warga dapat mengukur arah kiblat secara mandiri.

Pengukuran arah kiblat dapat dilakukan pada Senin (27/5) mendatang, bertepatan dengan fenomena matahari di atas Ka'bah. Pengukuran dilakukan pukul 16.18 WIB, dicocokkan dengan waktu dari BMKG atau RRI.

"Bisa pakai bandul ditancapkan ke tanah, ataupun benda lain intinya yang tegak lurus. Nah, bayangannya itu arah kiblat," kata Jauhar.