Kemiskinan dan Ketimpangan DIY Masih Tinggi, Ini Dorongan Sri Sultan untuk Pemda

Konten Media Partner
10 Mei 2022 14:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sri Sultan HB X dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun Anggaran 2022, Selasa (10/5). Foto: Humas Pemda DIY
zoom-in-whitePerbesar
Sri Sultan HB X dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun Anggaran 2022, Selasa (10/5). Foto: Humas Pemda DIY
ADVERTISEMENT
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan bahwa kemiskinan dan ketimpangan memang masih jadi salah satu pekerjaan rumah utama untuk pemerintah daerah DIY. Meski Pemda DIY berhasil meraih nilai akuntabilitas dan berhasil menggulirkan lagi roda perekonomian pascapandemi, namun angka kemiskinan dan tingkat ketimpangan menurutnya belum bisa diturunkan secara optimal.
ADVERTISEMENT
“Tetapi angka kemiskinan dan indeks ketimpangan antarkelompok pendapatan belum berhasil diturunkan secara optimal,” kata Sri Sultan HB X dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun Anggaran 2022, Selasa (10/5).
Untuk itu, Sultan mendorong para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan kegiatannya. Pemda DIY menurut dia sudah harus mulai fokus pada level outcome (hasil) dan pengukuran impact (dampak) agar kesejahteraan masyarakat bisa lebih ditingkatkan.
Dalam pidatonya di depan para pimpinan OPD, Sri Sultan mengutip pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, bahwa untuk menghapus kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan belanja bantuan sosial saja.
“Tetapi juga harus dibarengi pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Karena itu, Sultan berharap peningkatan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 0,49 persen di DIY dapat berkontribusi positif pada capaian program Pemda DIY dalam menanggulangi kemiskinan.
Cara berpikir seperti itu menurut Sultan mesti dihidupkan dan dikembangkan di DIY secara sinergi dalam membangun kelompok-kelompok minoritas kreatif dan selanjutnya ditransformasikan jadi kelompok mayoritas kreatif yang kaya akan produk unggul dan berkearifan lokal.
Sultan juga meminta kepada seluruh OPD dan stakeholder di DIY untuk menggunakan produk UMKM lokal untuk mendukung perkembangan UMKM di DIY.
“Saya harapkan penggunaan produk dalam negeri dapat dilaporkan progress-nya melalui rakorda per triwulan ini,” tegas Sultan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono. Foto: Humas Pemda DIY
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono. Foto: Humas Pemda DIY
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono, mengatakan bahwa angka kemiskinan dan indeks ketimpangan di DIY memang mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, persentase penduduk miskin pada periode Maret 2021-September 2021, menurutnya telah turun sebesar 0,89 poin. Jumlah penduduk miskin di DIY per September 2021 adalah sebesar 474.490 orang, turun sebanyak 32.000 orang atau sebesar 6,31 persen.
Saat ini, persentase penduduk miskin di DIY adalah sebesar 11,91 persen, masih di atas persentase nasional sebesar 9,71 persen. Capaian angka kemiskinan ini menurut Beny masih belum memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 2021 sebesar 8,07 persen.
“Walaupun ini belum mendekati janji yang tertuang di RPJMD DIY tapi turunannya sudah sangat tajam yaitu 32.000 orang,” kata Beny Suharsono.
Sedangkan untuk gini ratio atau indeks ketimpangan di DIY, pada September 2021 adalah sebesar 0,436, turun dibandingkan periode Maret 2021 sebesar 0,441 dengan kategori ketimpangan sedang. Artinya, ketimpangan atau kesenjangan antarpenduduk makin mengecil.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, capaian ini juga belum memenuhi target tahun 2021 sebesar 0,3705 maupun target akhir RPJMD DIY 2017-2022 sebesar 0,3635 poin.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·