Konten Media Partner
Keraton Yogya Hentikan Penabuhan Gamelan, Putri PB XIII: Saya Sangat Terharu
4 November 2025 15:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Putri sulung Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhan Pakubuwono XIII, yakni GKR Timoer Rumbai, mengaku sangat terharu dengan sikap Keraton Yogyakarta yang berhenti membunyikan gamelan selama lima hari sebagai bentuk penghormatan kepada Pakubuwono XIII yang mangkat atau wafat pada Minggu (2/11) kemarin.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Gusti Timoer setelah Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertakziah bersama keluarga besar Keraton Yogya pada Selasa (4/11) siang.
“Beliau (Sultan HB X) sangat ikut prihatin dengan tidak membunyikan gamelan selama lima hari,” kata GKR Timoer, Selasa (4/11).
”Itu saya sangat-sangat terharu dan sangat-sangat tersentuh,” lanjutnya.
Mewakili keluarga besar Kasunanan Surakarta, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan HB X dan keluarga besar Kasultanan Yogya yang telah bertakziah hari ini.
Ia berharap, ke depan hubungan antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta akan lebih baik, terlebih mengingat kedua kerajaan ini sama-sama lahir dari trah Mataram Islam.
“Semoga hubungan Keraton Surakarta dan Yogyakarta semakin bisa baik, karena kita apapun kita masih punya sedarah dengan Yogyakarta,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, Pakubowono XIII wafat pada Minggu (2/11) kemarin. Mendiang akan dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Bantul, pada Rabu (5/11) besok. Pihak Keraton Yogyakarta menurut Gusti Timoer juga akan turut membantu proses pemakaman PB XIII di Imogiri.
“Jadi yang setelah nanti di Prambanan itu sudah apa namanya, disambut sama pengawalan dari Keraton Jogja, dan itu Sultan sudah apa namanya memerintah untuk disambut,” ujar GKR Timoer.
