Kumparan Logo
Konten Media Partner

Khatib Salat Id di Bantul Ungkap Alasan Bawa Materi Politik: Penting

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Khatib Salat Idul Fitri di Tamanan, Banguntapan, Bantul, yang bawakan materi khutbah bermuatan politik, Untung Cahyono. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Khatib Salat Idul Fitri di Tamanan, Banguntapan, Bantul, yang bawakan materi khutbah bermuatan politik, Untung Cahyono. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Khatib Salat Idul Fitri di Tamanan, Banguntapan, Bantul, Untung Cahyono, yang viral karena membawakan materi politik meminta maaf karena materi khutbahnya telah membuat banyak orang merasa tidak nyaman.

Ia mengatakan, materi ceramah yang ia bawakan ia buat sendiri di rumah. Adapun alasannya memasukkan unsur politik di dalam ceramahnya karena menurutnya kritik merupakan hal yang penting di dalam Islam, termasuk kritik terhadap pemerintah.

“Saya sebagai sosok muslim yang harus belajar banyak hal, kalau mengkritik itu ya memang sesuatu yang penting,” kata Untung Cahyono saat melakukan konferensi pers bersama PHBI Bantul pada Sabtu (13/4).

Rapat PHBI, ustaz, dan para tokoh agama terkait materi khutbah Salat Id di Bantul yang viral. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Hal ini menurut Untung juga sudah terdapat dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat Al-Asr yang berbunyi, watawa saubil haq watawa saubil sabr yang artinya saling menasihatilah kalian dalam kesabaran dan saling menasihatilah dalam kebenaran.

“Karena konteksnya saling mengingatkan ya memang tidak ada batasnya, siapapun yang perlu diingatkan ya memang harus diingatkan,” ujarnya.

Meski begitu, muatan politik di dalam ceramahnya yang viral menurutnya hanya sedikit dari keseluruhan ceramah yang ia bawakan.

“Saya kira sedikit saja (muatan politik), nanti materi saya itu kan banyak yang nasihat di bawahnya,” kata Untung Cahyono.