Lapangan di Kampung Yogya Ini Pakai Rumput Seperti GBK, Sekolah Bisa Sewa Gratis
·waktu baca 2 menit

Lapangan Karang di Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, jadi perhatian warganet karena kualitas rumputnya yang menyerupai stadion profesional. Rumput di lapangan ini tampak dua warna, seperti yang biasa terlihat di stadion.
Lapangan seluas 6.283 meter persegi itu dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dindikpora, Agus Trimadi, menjelaskan bahwa rumput yang digunakan adalah jenis Zoysia Matrella, yang juga digunakan di Stadion Maguwoharjo hingga Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
“Yang kita gunakan di Lapangan Karang ini adalah rumput Zoysia Matrella. Jadi ini jenis rumput yang memiliki daya tahan yang sangat baik. Dapat menahan lalu lintas yang memakai lapangan yang ada di situ,” kata Agus, Senin (26/5).
Lapangan ini juga dilengkapi sistem penyiraman otomatis (water sprinkle), 36 lampu LED, tribun berkapasitas sekitar 200 orang, ruang ganti, dan toilet. Agus menambahkan, perawatan rumput dilakukan secara rutin oleh tim khusus bekerja sama dengan tenaga ahli.
“Untuk pemeliharaan lapangan ini, kami memiliki tim yang bekerja secara rutin untuk menjaga kualitas lapangan. Kami juga bekerja sama dengan tenaga ahli untuk memastikan rumput tetap terjaga kualitasnya. Setiap hari harus keliling lapangan, baik lapangan maupun GOR untuk pengecekan,” ujarnya.
Agus mengakui biaya perawatan cukup besar dan ditanggung melalui APBD Kota Yogyakarta. Namun, lapangan ini bisa diakses masyarakat umum dengan sistem sewa, sedangkan instansi pendidikan seperti TK-SMA dan pondok pesantren di Kota Yogyakarta dibebaskan dari biaya.
“Pemeliharaan lapangan ini memang membutuhkan anggaran besar. Namun, untuk sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta, mereka tetap dapat memanfaatkan lapangan Karang tanpa biaya sewa,” ujarnya.
Agus menegaskan, pembangunan dan pemeliharaan lapangan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga berkualitas.
“Lapangan ini bukan hanya soal tempat untuk berolahraga, tetapi juga sebuah upaya untuk membangun olahraga di Kota Yogyakarta. Kami ingin masyarakat Yogyakarta bisa lebih mudah mengakses fasilitas olahraga berkualitas, sehingga mereka bisa terus berprestasi dan sehat,” kata Agus.
Sebelumnya, lokasi lapangan ini sempat dikeluhkan karena berada di dekat Depo Karang yang menimbulkan bau sampah. Namun, kini bau tersebut sudah tidak tercium lagi.
“Sejak ada aturan baru Wali Kota (Hasto Wardoyo), sekarang sudah nggak bau. Sebelumnya di area sekitar lapangannya masih (berbau),” ujar seorang petugas keamanan yang berjaga di Lapangan Karang.
