Lubang Jalan Raya di Bantul Diisi Lele, Cara Unik Warga Protes Jalan Rusak

Konten Media Partner
13 Maret 2023 15:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto warga Dlingo menjadikan lubang di jalan raya menjadi tempat mancing lele karena kerusakannya tak segera diperbaiki. Foto: Dok. Aliansi Dlingo Bersatu
zoom-in-whitePerbesar
Foto warga Dlingo menjadikan lubang di jalan raya menjadi tempat mancing lele karena kerusakannya tak segera diperbaiki. Foto: Dok. Aliansi Dlingo Bersatu
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Warga Dlingo, Kabupaten Bantul, yang tergabung dalam Aliansi Dlingo Bersatu, melakukan aksi protes kepada pemerintah karena ruas jalan setempat yang tak kunjung diperbaiki meski sudah rusak parah pada Minggu (12/3). Selain melalui orasi demi orasi, warga juga melakukan protes melalui aksi-aksi teatrikal mulai dari memancing, kemah atau camping, hingga berenang di lubang jalan yang digenangi oleh air.
ADVERTISEMENT
Aksi damai tersebut dimulai dengan long march menggunakan kendaraan truk, pick up, hingga sepeda motor dari Lapangan Terong hingga Hutan Pinus Becici.
Ketua aliansi Dlingo Bersatu, Agus Purnawiratma, mengatakan bahwa warga sudah beberapa kali meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan Patuk-Dlingo-Muntuk yang sudah rusak parah. Namun sampai saat ini, jalanan tersebut tak pernah diperbaiki hingga dijadikan tempat mancing dan camping oleh para demonstran.
Agus juga mengatakan bahwa kerusakan ruas jalan di Dlingo sudah terjadi sejak lama. Padahal, Dlingo telah menjadi daerah kawasan wisata yang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Slogan kami, Dlingo ora sepele. Artinya, meski di daerah terpencil tapi jangan disepelekan, Dlingo jadi daerah wisata, mungkin besar juga pajak yang dihasilkan dari Dlingo. Banyak tempat wisata dan sering bus besar itu lewat, sedangkan jalan ini bukan untuk bus besar kelasnya,” kata Agus Purnawiratma saat dikonfirmasi, Senin (13/3).
ADVERTISEMENT
“Kami berharap jalan dinaikkan spesifikasinya untuk menjaga keselamatan wisatawan dan warga sini sendiri,” tegasnya.
Warga Dlingo saat melakukan aksi damai untuk menuntut perbaikan jalan. Foto: Dok. Polsek Dlingo
Selama ini, jalanan yang rusak tersebut menurutnya sudah mengakibatkan banyak kecelakaan, bahkan hingga menyebabkan meninggal dunia. Terlebih sebentar lagi masyarakat akan menyambut libur lebaran yang tentunya akan membuat ruas jalan tersebut semakin banyak yang melintasi. Agus khawatir akan semakin banyak pengendara yang jadi korban dari jalanan yang rusak parah tersebut, apalagi tahun ini sudah tidak ada pembatasan lagi karena pandemi COVID-19.
Agus juga menyampaikan bahwa ada beberapa titik ruas jalan yang jadi perhatian warga Dlingo. Ruas jalan pertama adalah jalur Cinomati yang dikenal sebagai jalur ekstrim dan sering jadi lokasi kecelakaan. Kemudian ada jalan yang menghubungkan Kapanewon Patuk dan Dlingo yang saat ini kondisinya banyak sekali lubang sehingga sulit untuk dilalui kendaraan besar seperti bus pariwisata.
ADVERTISEMENT
“Sering sekali terjadi kecelakaan, yang paling baru dua minggu lalu ada truk hampir masuk jurang di tanjakan Cinomati. Kemudian jalan dari pertigaan Patuk menuju Dlingo itu lubangnya dalam-dalam, jadi sering juga bus besar nyangkut,” kata dia.
Dia berharap, dengan aksi damai tersebut pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi segera memberikan perhatian lebih dan menindaklanjuti kondisi jalan yang sudah rusak parah tersebut.
“Jangan hanya dimanfaatkan alamnya saja untuk pariwisata, fasilitasnya juga harus dibuat yang layak,” kata Agus Purnawiratma.