Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mahasiswi UMY yang Bunuh Diri Sudah Sempat Lakukan Percobaan pada Malam Harinya

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan. Segera cari pertolongan!

Mahasiswa UMY diduga bunuh diri. Foto: Dok. Polres Bantul
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UMY diduga bunuh diri. Foto: Dok. Polres Bantul

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), SMQF, 18 tahun, diduga menjadi korban bunuh diri pada Senin (2/10) sekitar pukul 06.15 WIB.

Ia diduga bunuh diri di Gedung Y Unires UMY, yang merupakan gedung asrama mahasiswa. Gedung asrama tersebut juga masih berada di kawasan kampus UMY.

Kasi Humas Polres Bantul, I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Tim Inafis dari Polres Bantul.

Dari kesaksian teman asrama korban, Jeffry menjelaskan bahwa korban sempat melakukan percobaan bunuh diri pada malam harinya. Pasalnya, korban mengonsumsi obat merek tertentu sebanyak 20 butir sekaligus.

“Ditemukan bekas bungkus di kamar dan keterangan saksi, dan teriak menangis histeris,” kata Jeffry, Senin (2/10).

Mahasiswa UMY diduga bunuh diri. Foto: Dok. Polres Bantul

Setelah diketahui meminum obat dalam jumlah banyak, korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Obat yang sudah dikonsumsinya pun berhasil dimuntahkan.

Sebelumnya, korban juga pernah menyampaikan kepada temannya bahwa dirinya ingin mengakhiri hidup. Dari keterangan para saksi tersebut, polisi menduga korban bunuh diri karena depresi.

“Sehingga dugaan korban bunuh diri karena depresi,” ujar Jeffry.

Kejadian dugaan bunuh diri tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Talkis Nurdiyanto. Saat itu, dia sedang mengerjakan tugas di ruangan Kantor Gedung Y Lantai Dasar Unires UMY.

Kemudian, tiba-tiba Talkis mendengar sesuatu terjatuh. Ketika dicek, dia melihat korban dalam posisi tertelungkup di tanah dan tidak merespons saat coba dibangunkan.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, menggunakan mobil ambulans.

“Pada saat di UGD RS PKU pada saat pemeriksaan denyut nadi masih ada dan selang 10 menit, dikabarkan bahwa korban sudah meninggal dunia,” kata Jeffry, Senin (2/10).

Korban meninggal dunia dengan kondisi luka pada kepala bagian belakang, luka dalam, patah kaki kiri bagian bawah, serta lecet-lecet pada kaki dan tangan.

*

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang depresi dan tak mendapat bantuan. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan jangan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan. Untuk mendapat layanan kesehatan jiwa atau berbagai alternatif lainnya, Anda bisa mengecek website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/