Pecinta Keris: Kalau 25 November Tak Ditetapkan Hari Keris, Kami Akan Golput
·waktu baca 2 menit

Komunitas Sanggar Keris Mataram (SKM) mendesak agar pemerintah segera menetapkan Hari Keris Nasional pada tanggal 25 November. Pasalnya, usulan untuk menjadikan tanggal 25 November sebagai Hari Keris Nasional sudah dilakukan sejak lama, yakni sejak 2019 silam.
Meski sudah hampir empat tahun diusulkan, namun sampai sekarang Presiden belum juga menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Keris Nasional.
Ketua Sanggar Keris Mataram, Nurjianto, mengatakan bahwa para pecinta keris akan golput pada Pemilu 2024 mendatang jika tahun ini Presiden tak segera menetapkan 25 November sebagai Hari Keris Nasional.
“Oh iya, kita akan golput saja kalau tidak segera ditetapkan Hari Keris Nasional,” kata Gus Poleng, sapaan akrab Nurjianto, saat ditemui usai pembukaan Pagelaran Mahakarya Keris Kamarogan Nusantara di Ndalem Poenakawan, Yogyakarta, Sabtu (27/5).
Para pelaku budaya, terutama pecinta keris, menurut dia ingin supaya budaya keris diangkat lagi. Politik menurut dia juga harus berpihak pada kebudayaan.
“Kalau politik tidak berpihak kepada kebudayaan, mending kita golput saja,” kata dia.
Tanggal 25 November sendiri diajukan sebagai Hari Keris Nasional menurut dia didasarkan pada ditetapkannya keris sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 25 November 2005 silam. Tosan Aji Nusantara menurut dia juga telah resmi mengajukan tanggal 25 November sebagai Hari Keris Nasional kepada Presiden.
“Bahkan kajian akademik sudah kita buat, sudah di meja Pak Mensesneg, tinggal ketok palu Pak Presiden,” kata Gus Poleng.
