Pemda DIY Akan Bangun Rusun untuk Warga Miskin, yang Punya Tanah Dibuatkan Rumah

Konten Media Partner
3 Februari 2023 12:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi rusunawa. Foto: Aji Styawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rusunawa. Foto: Aji Styawan/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Anna Rina Herbranti, mengatakan bahwa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menjadi salah satu opsi hunian murah untuk pekerja dan penduduk miskin di DIY terutama di kawasan perkotaan.
ADVERTISEMENT
Rusunawa paling mungkin untuk direalisasikan mengingat ketersediaan lahan di kawasan perkotaan yang semakin sempit dan harganya makin mahal. Karena itu, dengan lahan yang terbatas maka rusunawa jadi opsi paling realistis yang dapat menampung banyak orang.
“Untuk hunian murah yang sudah ada dan dikelola Pemda DIY di bawah Disnakertrans DIY ada Rusunawa Gemawang,” kata Anna Rina Herbranti saat dihubungi, Jumat (3/2).
Pemda DIY menurut Anna juga akan menambah rusunawa yang akan diperuntukkan bagi penduduk miskin dan berpenghasilan rendah. Namun pemerintah menurut dia masih harus memetakan dulu di mana lahan yang tepat untuk membangun rusunawa tersebut.
“Rusunawa akan kami bangun, tapi kami harus memetakan lahan milik Pemda dulu,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti. Foto: Humas Pemda DIY
Selain penduduk miskin yang belum punya rumah, saat ini pemerintah juga sedang menjalankan program rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini akan memperbaiki rumah-rumah penduduk yang sudah tidak layak huni, bahkan rumah yang kondisinya rusak parah akan dibangun dari awal.
ADVERTISEMENT
Dengan catatan, penduduk miskin tersebut memiliki tanah sendiri.
“Bila mereka punya lahan ya seperti yang selama ini sudah dilakukan, yaitu dengan program RTLH (rumah tidak layak huni),” kata Anna Rina Herbranti.
Bantuan hunian layak menurut Anna memang penting untuk diberikan kepada penduduk miskin. Tapi itu hanya salah satu opsi saja, yang paling penting menurut dia justru memberi bekal keahlian kepada mereka yang masih berusia produktif supaya bisa bekerja dan hidup mandiri.
“Sedangkan yang uurnya sudah 65 tahun ke atas, mungkin perlu bantuan langsung berupa uang, ini yang benar-benar miskin dan tidak ada anak atau saudara yang merawat,” tegasnya.