Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemda DIY Siapkan 3 Lokasi Parkir untuk Relokasi Jukir TKP Abu Bakar Ali

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang berada di kawasan Malioboro. Foto: Dok. Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang berada di kawasan Malioboro. Foto: Dok. Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan 3 lokasi untuk merelokasi para juru parkir (jukir) yang terdampak pembongkaran Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang berada di kawasan Malioboro.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan tempat-tempat itu disiapkan agar para jukir yang terdampak pembongkaran TKP ABA tidak ditelantarkan.

“Sing penting diopeni (dirawat). Itu orang Jogja juga. Dia kan juga butuh makan, keluarganya. Jangan ditelantarkan,” kata Sultan kepada awak media di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (15/4).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hamengku Buwono (HB) X. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Adapun tiga lokasi parkir yang disiapkan di antaranya ada di Mandala Krida, Terminal Giwangan, dan Tempat Parkir Ketandan. Di antara lokasi tersebut, ada lokasi parkir yang bersifat permanen maupun sementara.

“Kita buka parkir di Mandala Krida, bisa nggak mereka di sana, tidak telantar. Ning (tapi) sementara, bukan permanen,” ujarnya.

Sementara dua tempat parkir lainnya ini merupakan lokasi parkir permanen. Kedua lokasi ini juga tengah dipersiapkan. Berdasarkan pantauan Pandangan Jogja, tempat parkir Ketandan tengah ditutup karena tengah direnovasi.

Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang berada di kawasan Malioboro. Foto: Dok. Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Ia menyebut, Pemda DIY dan Pemkot Yogya telah melakukan koordinasi mengenai relokasi ini. Namun, ia sempat menyinggung keberadaan pedagang yang semestinya hanya difungsikan sebagai tempat parkir.

Meski demikian, Sultan mengatakan bahwa solusi akan segera dibahas bersama Pemkot Yogya. “Ya nanti kita cari pemecahan. Tapi kita harus bicara sama kota, kan gitu,” katanya.