Pengamat Sepak Bola UNY: KLB PSSI Jangan Cuma Formalitas Biar Liga Bisa Jalan

Konten Media Partner
2 November 2022 16:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengamat sepak bola yang juga dosen permainan sepak bola di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Komarudin. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat sepak bola yang juga dosen permainan sepak bola di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Komarudin. Foto: Dok. Pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengumumkan untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) pada Maret 2023 mendatang, Pengumuman KLB itu dilakukan setelah PSSI mendapat tekanan dari berbagai pihak, terutama pascainsiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Pengamat sepak bola yang juga dosen permainan sepak bola di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Komarudin, mengatakan bahwa KLB harus diselenggarakan dengan semangat untuk transformasi pengelolaan persepakbolaan nasional yang lebih baik. Tanpa adanya semangat perubahan, maka KLB menurut dia tidak akan berpengaruh apapun untuk sepak bola Indonesia ke depan.
“KLB jangan semata-mata hanya formalitas, jadi ajang sandiwara untuk memenuhi rekomendasi dari TGIPH demi dapat izin dijalankannya kompetisi lagi,” kata Komarudin saat dihubungi Pandangan Jogja @Kumparan, Rabu (2/11).
Para pengurus PSSI yang selama ini sudah lama berada di dalam federasi namun tak memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan sepak bola nasional, menurut dia harus mengundurkan diri dan memberikan kesempatan kepada orang lain yang lebih kompeten dan memiliki komitmen untuk membangun sepak bola nasional yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
“Kan banyak pengurus-pengurus yang sudah lama di dalam PSSI tapi kontribusinya tidak terlihat. Sudahlah, mereka serahkan saja amanah itu kepada mereka yang memang mampu, punya kompetensi dan komitmen untuk memajukan sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023 berfoto bersama usai Kongres PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019) Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Untuk memastikan KLB mendatang berjalan sesuai harapan, tidak sekadar formalitas dan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional, menurut Komarudin perlu dibentuk tim pengawas independen. Tim pengawas ini berisi perwakilan dari setiap stakeholder untuk memastikan bahwa KLB yang akan diselenggarakan bukan sekadar formalitas belaka.
Komarudin juga berharap pengurus PSSI baru yang terpilih nantinya akan mengelola persepakbolaan Indonesia dengan baik dan profesional, bukan sekadar menjadikan posisinya di PSSI sebagai batu loncatan untuk sebuah jabatan politik.
ADVERTISEMENT
“Idealnya PSSI memang harus terbebas dari kepentingan politik, karena pasti akan ada conflict of interest saat menjalankan organisasi,” kata Komarudin.
Sebelumnya, PSSI melalui situs resminya mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan surat resmi pemberitahuan percepatan pelaksanaan kongres kepada FIFA pada Senin (31/10). Dalam informasi tersebut dijelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan darurat Exco PSSI pada Jumat (28/10). Saat itu, para Exco memutuskan untuk mempercepat kongres melalui tahapan mekanisme KLB sesuai tahapan aturan organisasi.