Konten Media Partner

Perbukitan Menoreh Terancam Krisis Air, Warga Diminta Memanen Air Hujan

8 Juni 2023 13:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kekeringan di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Foto: Dok. BPBD Kulon Progo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekeringan di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Foto: Dok. BPBD Kulon Progo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo mencatat sejumlah wilayah di Kulon Progo yang terancam bencana kekeringan, terutama di kawasan perbukitan Menoreh.
ADVERTISEMENT
Kepala BPBD Kulon Progo, Joko Setya Agus Nahrowi, mengatakan bahwa ancaman bencana kekeringan tersebut merupakan dampak dari fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi di Indonesia pada Juni ini dan akan mengakibatkan kemarau panjang.
Dari pemetaan risiko kekeringan yang dimiliki BPBD, ada empat kecamatan dengan risiko kekeringan tertinggi, yakni Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.
“Itu semuanya terblok merah dan ada di Perbukitan Menoreh,” kata Joko Setya Agus Nahrowi saat dihubungi, Rabu (7/6).
Ada juga kecamatan Temon, Pengasih, Nanggulan, Sentolo, Lendah, dan Galur yang memiliki risiko kekeringan tinggi namun tak separah empat kecamatan di Menoreh.
“Tapi semua kecamatan itu pada tahun 2018 lalu minta droping air semua sampai BPBD kewalahan,” lanjutnya.
Kepala BPBD Kulon Progo, Joko Setya Agus Nahrowi. Foto: Dok. BPBD Kulon Progo
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah akibat kekeringan tersebut, BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menampung air hujan di sisa-sisa musim penghujan ini.
ADVERTISEMENT
“Kemarin sudah kita imbau juga ke masyarakat untuk di musim hujan terakhir ini untuk memanen,” ujarnya.
Namun, pemerintah menurut dia juga telah menyiapkan dana darurat untuk penanganan potensi bencana akibat El Nino sebesar Rp 7 miliar. Anggaran tersebut menurutnya bisa digunakan untuk biaya droping air jika sudah ada kalurahan atau kapanewon yang mengajukan permintaan droping air bersih.
“Kami siap dengan biaya tak terduga untuk droping air besok, anggaran yang tersedia ada sekitar Rp 7 miliar,” kata Joko Setya Agus Nahrowi.