Peringatan Maulid Nabi di Ponpes KH Muwafiq di Sleman Dimeriahkan Mafia Sholawat
·waktu baca 3 menit

Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, yang diasuh oleh KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, pada Minggu (15/10) malam akan dimeriahkan oleh Mafia Shalawat.
Mafia Shalawat adalah kelompok selawat dari Semarang yang didirikan oleh Muhammad Ali Shodiqin atau Gus Ali Gondrong. Nama Mafia sendiri diambil dari akronim Manunggaling Fikiran lan Ati (bersatunya pikiran dan hati).
Sampai saat ini, anggota Mafia Shalawat sudah mencapai jutaan orang dari berbagai negara baik Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, China, sampai Korea Selatan.
Grup selawat ini juga dikenal memiliki segmentasi dari kalangan orang-orang pinggiran atau marginal, mulai dari mantan preman, pecandu narkoba, pemabuk, pekerja seks, sampai mantan pembunuh.
“Orang-orang kayak gitu (marginal) kan juga umat Rasulullah yang butuh perhatian. Umat Rasulullah kan tidak harus satu warna,” kata Gus Muwafiq kepada Pandangan Jogja Jumat (13/10).
Sesuai dengan namanya, Ponpes Minggir yang berada di Kecamatan Minggir, Sleman, mestinya juga merangkul orang-orang dari kalangan pinggiran atau marginal.
Selain Mafia Shalawat, puncak Maulid Nabi di Ponpes Minggir pada hari yang sama juga akan dimeriahkan oleh penampilan Grup Rebana Al Banjari Kubah Ireng dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
“Saya kan NU, jadi harus terhubung lah dengan asal muasal NU, yaitu di Pondok Pesantren Tebu Ireng yang didirikan KH Hasyim Asy'ari,” ujarnya.
Pada malam puncak peringatan kelahiran Nabi Muhamamad di Ponspes Minggir ini, Gus Muwafiq juga akan melakukan pidato kebudayaan.
Malam sebelumnya, pada Sabtu (14/10) acara Maulid Nabi di Ponpes Minggir ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kesenian. Salah satunya adalah penampilan kelompok Gamelan Kontemporer Ki Ageng Ganjur yang dipimpin oleh Sastro Al Ngatawi.
Kelompok gamelan ini tengah mempersiapkan untuk tur internasional ke berbagai negara di Eropa dan Timur Tengah.
“Sebelum keliling internasional, saya minta untuk tampil di sini dulu. Saya unduh ke sini sekaligus untuk berdoa pra keliling Eropa dan Arab,” ujarnya.
Tak cuma itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Gus Muwafiq juga akan menampilkan pentas musik para seniman dengan berbagai genre.
Misalnya penampilan selawat dengan genre rock yang akan dibawakan oleh Gus Zi. Ada juga penampilan musisi Merlisto yang dikenal banyak membawakan musik-musik cover di YouTube.
Bahkan, grup musik dangdut akustik dari Jepara (masih dalam konfirmasi) dan grup musik Rest Area Batang juga diundang untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Semuanya kan umat Rasulullah. Umat Rasulullah kan macam-macam warnanya, jadi semua kita undang ada selawat, ada gamelan, ada rock, sampai dangdut,” kata KH Muwafiq.
Selain itu musisi asal Bandung Sarah Saputri dan Budi Cilok, musisi yang suaranya dianggap mirip dengan Iwan Fals, akan ikut memeriahkan panggung Shawalat Kebangsaan pada Sabtu (14/10).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Minggir asuhan KH Muwafiq telah berlangsung sejak Sabtu (7/10) lalu dengan lomba baca puisi dan pentas pembacaan puisi oleh penyair-penyair undangan seperti Joko Pinurbo (Jokpin) dan Peri Sandi.
Pada Sabtu (14/10) para pemenang lomba puisi untuk 3 kategori yakni Nurhaura Cantika, pemenang kategori SMA, M. Deni Maulana (Mahasiswa), dan Bambang Siswanto (Umum).
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Minggir, Gus Nanang, memperkirakan akan ada 15 - 20 ribu umat yang akan menghadiri puncak acara pada Minggu (15/10).
"Kita siapkan konsumsi untuk 20 ribu umat yang akan bersama-sama bershalawat, mengirimkan rasa cinta kepada Kanjeng Rasul Muhammad SAW," kata Gus Nanang.
