Kumparan Logo
Konten Media Partner

Politeknik LPP Yogya Sediakan Beasiswa-Kesempatan Magang di BUMN Perkebunan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemaparan skema beasiswa kepada mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta dalam rangkaian PKKMB. Foto: Pandangan Jogja/Ike Kirana.
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan skema beasiswa kepada mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta dalam rangkaian PKKMB. Foto: Pandangan Jogja/Ike Kirana.

Di Yogyakarta, ada perguruan tinggi yang sejak 1950 fokus menyiapkan tenaga kerja untuk industri perkebunan. Politeknik LPP Yogyakarta awalnya berdiri dengan nama College Gula Negara untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli industri gula, sebelum berkembang menjadi pendidikan untuk berbagai komoditas perkebunan.

Pada 1960, College Gula Negara berubah menjadi Akademi Gula Negara. Sepuluh tahun kemudian, lembaga tersebut berkembang menjadi Lembaga Pendidikan Perkebunan yang tidak hanya berfokus pada gula, tetapi juga komoditas seperti kopi, teh, kakao, karet, dan kelapa sawit.

Kini, Politeknik LPP tetap menempatkan kebutuhan industri sebagai bagian dari pendidikan. Salah satunya melalui kurikulum yang disusun dengan melibatkan pihak industri, pemerintah, praktisi, dan para ahli.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta. Foto: Pandangan Jogja/Ike Kirana.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan karena kampus memang berfokus pada industri perkebunan.

“Kami memang fokus di industri perkebunan maka kurikulum itu kami bangun memang fokus di perkebunan dengan melibatkan stakeholder dari industri kemudian juga dari pemerintah praktisi para para ahli dan lain sebagainya,” kata Mustangin di LPP Yogyakarta, Kamis (24/9).

Kebutuhan dunia kerja juga diterapkan dalam pembelajaran melalui fasilitas praktikum. Politeknik LPP memiliki mini plant yang digunakan mahasiswa untuk mempelajari proses produksi.

instagram embed

“Kami punya pabrik mini untuk bisa belajar anak-anak kaitannya dengan proses produksi. Kemudian alat-alat juga kami kembangkan untuk praktikum relevan dengan dunia industri.”

Mahasiswa juga mendapat kesempatan masuk ke lingkungan industri melalui kerja sama Politeknik LPP dengan perusahaan perkebunan BUMN dan swasta. Kerja sama tersebut mencakup program magang hingga magang rekrut.

Selain akses ke industri, Politeknik LPP menyediakan sejumlah pilihan beasiswa. Beasiswa tersebut antara lain Beasiswa Dapenbun, KIP Kuliah, Beasiswa Politeknik LPP, Beasiswa Konsorsium Perkebunan Nusantara, Beasiswa PT LPP Agro, dan Beasiswa SDM Sawit.

Mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta dalam rangkaian PKKMB 2026. Foto: Pandangan Jogja/Ike Kirana.

Khusus Beasiswa SDM Sawit, kuota penerima pada 2026 meningkat menjadi 5.000 orang secara nasional, dari 4.000 penerima pada tahun sebelumnya. Politeknik LPP menjadi salah satu perguruan tinggi mitra program tersebut.

Di Politeknik LPP, Beasiswa SDM Sawit 2026 tersedia untuk D3 Akuntansi, D3 Budidaya Tanaman Perkebunan, D3 Pengelolaan Perkebunan, serta D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, mengatakan peningkatan kuota beasiswa tersebut berkaitan dengan kebutuhan tenaga terampil di industri kelapa sawit.

“Jadi memang tujuan kita untuk program peningkatan SDM ini khususnya untuk beasiswa BPDP ini adalah untuk memenuhi kebutuhan industri karena terus terang industri kelapa sawit kita kekurangan tenaga-tenaga terampil dalam mengelola tata kelola perkebunan kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan,” kata Iim.