Poltekes Yogya Kick Off Program Orthopaedi di Prodi Ners dan Kuliah Pakai VR
·waktu baca 2 menit

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Polkesyogya) secara resmi memulai kick off pengembangan Program Studi Ners dengan Penambahan Kompetensi Orthopaedi dan Traumatologi sekaligus meluncurkan pembelajaran digital, Selasa (13/5).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Anna Kurniati, direktur seluruh Poltekkes di Indonesia, direktur sejumlah rumah sakit di Jogja-Jateng, dan Kasi SDM Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, hingga Ketua Konsil Kesehatan Indonesia.
Anna Kurniati, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menyebut langkah Polkesyogya menghadirkan kompetensi baru ini sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
"Kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan yang lebih spesifik, komprehensif, dan berkualitas, khususnya pada penanganan pasien trauma, muskuloskeletal, rehabilitasi, hingga pelayanan kegawatdaruratan terpadu," kata Anna dalam sambutannya, Selasa (13/5).
Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, Arianti Anaya, turut menegaskan bahwa penguatan kompetensi tambahan tidak menggeser kompetensi inti keperawatan, melainkan menjadi nilai tambah.
"Kompetensi nasional tetap menjadi core competency yang wajib dimiliki seluruh lulusan, sedangkan kompetensi tambahan menjadi added value competency yang memperkuat kekhasan dan kontribusi institusi pendidikan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan," jelasnya.
Arianti juga menyoroti tingginya kebutuhan akan tenaga keperawatan yang memiliki keahlian spesifik di bidang orthopaedi.
"Dalam pelayanan kesehatan modern, dokter spesialis orthopaedi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan tenaga keperawatan yang memiliki penguatan kompetensi pada area trauma, orthopaedi, rehabilitasi muskuloskeletal, maupun pelayanan kegawatdaruratan terkait kasus orthopaedi," lanjutnya.
Direktur Polkesyogya, Iswanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk berinovasi sesuai kebutuhan layanan kesehatan masa depan.
"Prodi nya tetap nurse tapi dengan kompetensi tambahan untuk orthopaedi dan traumatologi," ujarnya.
Selain peluncuran prodi, kegiatan ini juga menandai dimulainya implementasi pembelajaran digital di lingkungan Polkesyogya, termasuk penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran. Inovasi ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi kesehatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi saat ini.
“Dunia pendidikan kesehatan tidak dapat lagi berjalan dengan pola konvensional semata. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, lebih efektif, lebih interaktif, berbasis evidence serta mampu menjangkau kebutuhan pembelajaran generasi saat ini,” kata Anna.
Anna berpesan agar platform pembelajaran digital yang diluncurkan Polkesyogya harus dimanfaatkan secara konkret, bukan sekadar simbol modernisasi.
