Kumparan Logo
Konten Media Partner

PUPR Nilai Stadion Mandala Krida Rusak Berat, Pemda: Belum Layak, Bukan Rusak

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Foto: Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Foto: Arif UT

Kementerian PUPR merilis laporan hasil evaluasi teknis terkait keandalan stadion di Indonesia pada Senin (3/4). Dari evaluasi yang sudah dilakukan terhadap kondisi 165 stadion yang digunakan sebagai venue Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, terdapat lima stadion yang rusak berat.

Lima stadion yang rusak berat itu di antaranya Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Stadion Teladan Medan, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Brawijaya Kediri.

Menanggapi berita Stadion Mandala Krida masuk ke dalam lima stadion yang rusak berat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, membantah bahwa stadion kebanggaan warga Yogya itu mengalami rusak berat,

“Kalau rusak berat kok saya tidak yakin,” kata Didik Wardaya, saat dihubungi, Selasa (4/4) sore.

Setelah tragedi Kanjuruhan di Malang, kelayakan Stadion Mandala Krida menurut dia memang sempat dinilai oleh Kementerian PUPR dan Polda DIY.

“Dan nilai kita enggak jelek banget juga,” lanjutnya.

Didik juga mengaku bahwa sampai saat ini belum mendapat laporan resmi dari Kementerian PUPR terkait dengan penilaian tersebut. Karena itu, Disdikpora DIY juga belum memiliki rencana untuk menindaklanjuti laporan dari PUPR tersebut.

Dari segi kelengkapan fasilitas, Didik mengakui masih sangat banyak infrastruktur Mandala Krida yang kurang, seperti lampu dan kursi penonton.

“Jadi bukan rusak, apalagi rusak berat, tapi memang ada fasilitas yang belum ada,” kata Didik Wardaya.

Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Foto: Widi RH Pradana

Hal senada disampaikan oleh Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, Priyo Santoso. Dia mengatakan bahwa sebelumnya penilaian yang dilakukan di Stadion Mandala Krida adalah terkait layak atau tidaknya stadion tersebut digunakan sesuai dengan standar Internasional. Penilaian itu sendiri menurut dia merupakan bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Namun setelah dinilai, ternyata memang masih banyak fasilitas sesuai standar internasional yang tidak dimiliki oleh Mandala Krida.

“Bukan hanya dari gedungnya yang dinilai, tapi semuanya, menyeluruh. Tempat parkirnya bagaimana, ada CCTV apa enggak, kamar mandinya bagaimana, panel lampunya seperti apa, lampunya ada apa enggak, harus ada air hangat, dan masih banyak lagi,” kata Priyo Santoso.

Dari penilaian itu, banyak fasilitas yang ternyata belum ada di Mandala Krida sehingga dinilai tidak layak untuk digunakan sesuai standar FIFA.

“Bangunannya kan bisa kita lihat kondisinya, rusaknya bagian mana? Jadi bukan rusak, tapi memang belum layak untuk pertandingan sesuai standar FIFA,” tegasnya.