Ratusan Siswa di Sleman Alami Pusing-Diare usai Makan MBG, 1 Siswa Dirujuk ke RS
·waktu baca 2 menit

Ratusan siswa di wilayah Mlati, Sleman, mengalami gejala pusing dan diare setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (24/10). Hingga Jumat pagi, puluhan siswa dirawat di Puskesmas Mlati I, dan satu siswa harus dirujuk ke RSA UGM karena mengalami gejala sesak napas.
Pantauan Pandangan Jogja di lokasi menunjukkan, sejumlah siswa datang bersama orang tua mereka, beberapa di antaranya menggunakan ambulans.
Plt Panewu Mlati, Arifin, menyebut ada tiga sekolah yang terdampak, yakni MAN 3 Sleman, SMPN 2 Mlati, dan SDN Jombor Lor.
“Untuk yang SD kebanyakan diare, lainnya pusing-pusing. MAN 3 itu info yang saya dapat, semalam ada 214 siswa yang bergejala, SMP 2 Mlati yang dibawa ke sini (Puskesmas Mlati I) ada 35, yang SD ada 13-an,” kata Arifin ditemui awak media di area puskesmas, Jumat (24/10).
Dari data tersebut, satu siswi dirujuk ke Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) karena mengalami sesak napas. Sementara siswa lain menjalani perawatan jalan. Pihak sekolah juga melaporkan tujuh guru di SMP 2 Mlati mengalami gejala serupa.
Kepala Puskesmas Mlati I, Isa Listiyani, mengatakan para siswa mulai berdatangan sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka mendapat obat berupa paracetamol, oralit, ranitidin, dan domperidon untuk meredakan keluhan nyeri, pusing, diare, sakit perut, dan mual.
Isa memastikan pihaknya telah mengambil sampel makanan MBG untuk diperiksa di laboratorium.
“Kita sudah mengamankan sampel makanan, hari ini sama kemarin,” kata Isa.
Koordinator SPPG Mlati, Bagas Kawula, membenarkan bahwa sekolah-sekolah tersebut merupakan penerima MBG dari SPPG yang sama di Mlati. Namun pihaknya masih menelusuri lebih lanjut penyebab kejadian tersebut.
Hingga pukul 13.47 WIB, siswa dari ketiga sekolah masih berdatangan ke Puskesmas Mlati I untuk mendapatkan perawatan.
