Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rayakan May day, Mahasiswa ISI Yogya Pameran Soal Nasib Pekerja di Era Digital

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arahmaiani saat membuka pameran "Transformasi Tanpa Transisi" pada Kamis (1/5). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Arahmaiani saat membuka pameran "Transformasi Tanpa Transisi" pada Kamis (1/5). Foto: Dok. Istimewa

Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5), kolektif PARKIRLIAR! menggelar pameran seni rupa bertajuk "Transformasi Tanpa Transisi" di SURVIVE! Garage, Jl. Nitiprayan No. 99, Bantul.

Pameran dibuka secara resmi oleh seniman senior Arahmaiani pada Kamis (1/5) pukul 16.00 WIB. Sebanyak 13 seniman lintas generasi turut berpartisipasi, di antaranya Totok Buchori, Soenarto Pr., Wahdi Sumanto, Dewi Muliasari, Bobdisorder, Atmosmile, Bima Batutama, dan Arya Pandjalu, di bawah kurasi Nabil Hajid Pranata.

PARKIRLIAR! merupakan kolektif yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta. Pameran ini adalah bagian dari mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran 1, sekaligus menjadi kolektif kedua dalam rangkaian "Delapan Pameran Seni Visual Tata Kelola Seni Yogyakarta."

Pameran "Transformasi Tanpa Transisi" yang digagas kolektif PARKIRLIAR! Foto: Dok. Istimewa

Mengambil semangat May day sebagai titik tolak, pameran ini mengajak pengunjung merefleksikan peran-peran tak terlihat dan kontribusi manusia yang kerap luput dari narasi besar kemajuan.

Melalui pengalaman imersif yang memadukan karya seni dan suasana ruang, pameran memotret lompatan dari era fisik ke digital yang sering terjadi tanpa jeda adaptasi. Isu memori kolektif, ketimpangan upah, hingga ketidakpastian hidup di tengah percepatan teknologi menjadi benang merah yang menghubungkan karya-karya yang ditampilkan.

“Dengan membawa semangat May day, pameran “Transformasi Tanpa Transisi” mengajak pengunjung untuk sejenak “menengok ke belakang” guna merefleksikan peran-peran "tak terlihat" dan peluh manusia yang sering terabaikan dalam narasi besar sejarah,” tulis kolektif PARKIRLIAR! dalam rilis yang diterima.

Pameran "Transformasi Tanpa Transisi" yang digagas kolektif PARKIRLIAR! Foto: Dok. Istimewa

“Melalui pengalaman imersif yang memadukan karya seni dari seniman lintas generasi dan suasana ruang, pameran ini memotret lompatan perubahan dari era dari fisik ke digital yang sering kali terjadi tanpa jeda adaptasi, sembari menyoroti isu memori kolektif, ketimpangan upah, hingga kepastian hidup,” lanjut rilis tersebut.

Lebih lanjut, kolektif PARKIRLIAR! mengajak pengunjung untuk tak hanya menyaksikan hasil akhir dari setiap perubahan zaman, tetapi juga mengenali jejak kerja manusia yang selama ini menjaga kelangsungan hidup di tengah arus teknologi yang terus bergerak cepat.

Pameran akan berlangsung hingga tanggal 5 Mei 2026, diperpanjang dari yang awalnya dijadwalkan berakhir pada 3 Mei 2026.

Pameran terbuka untuk umum tanpa biaya masuk, setiap hari pukul 13.00–21.00 WIB. Informasi lebih lanjut dapat melalui Instagram @kolektifparkirliar.