Sampai Februari Jogja akan Terus Dihajar Hujan Petir, Sehari Bisa Ribuan Kali
·waktu baca 2 menit

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa akan terjadi potensi hujan deras disertai petir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Diprediksi, hujan deras disertai petir itu akan terus terjadi hingga Februari 2022 mendatang.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ikhsan Pramudya, mengatakan bahwa hingga Februari mendatang potensi hujan deras di wilayah DIY memang masih besar. Di sisi lain, biasanya petir memang terjadi bersamaan dengan turunnya hujan. Di DIY, sejak menjelang musim penghujan atau musim pancaroba juga telah terjadi cukup banyak petir dan ini diprediksi akan terus terjadi hingga puncak musim penghujan.
“Karena sampai Februari kan masih hujan, sehingga cukup besar juga potensi terjadinya petir,” kata Ikhsan Pramudya saat dihubungi, Jumat (24/12).
Berdasarkan pantauan Stasiun Geofisika Sleman BMKG DIY, sepanjang bulan ini hingga tanggal 21 Desember kemarin, sudah terjadi petir sekitar 10.541 sambaran. Untuk intensitas sambaran paling banyak terjadi pada 19 Desember, dengan jumlah sambaran petir mencapai 4.793 sambaran dalam sehari.
“Ketika hujan, sambaran petir itu memang bisa mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu dalam sehari, tergantung bagaimana perbedaan muatan di awan itu terbentuk,” lanjutnya.
Sebaran terjadinya petir menurutnya juga merata di seluruh wilayah DIY. Dari ujung barat sampai timur serta ujung utara sampai selatan wilayah DIY, semua telah terjadi sambaran petir. Namun, wilayah yang paling banyak terjadi sambaran petir adalah sebagian Kulon Progo dan Bantul. Hal itu disebabkan karena potensi hujan di kedua wilayah tersebut memang lebih tinggi ketimbang wilayah lain.
“Karena potensi hujannya lebih tinggi, maka intensitas sambaran petirnya juga lebih tinggi dari daerah lain,” ujarnya.
Dengan tingginya potensi hujan deras dan sambaran petir di wilayah DIY ini, Ikhsan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Misalnya dengan tidak melakukan kegiatan di luar rumah saat sedang terjadi hujan deras dan petir. Sejauh ini juga sudah cukup banyak pihak yang datang ke BMKG, untuk mengurus klaim karena kasus sambaran petir.
“Misalnya pengelola hotel, karena mungkin banyak barang-barang elektroniknya rusak karena sambaran petir,” kata Ikhsan Pramudya. (Widi Erha Pradana / YK-1)
