Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tips Selamat dari Sambaran Petir: Jauhi Air dan Jangan Berlindung di Bawah Pohon

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara motor sedang berkendara saat hujan. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara motor sedang berkendara saat hujan. Foto: dok. Istimewa

Potensi hujan deras disertai petir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan terus terjadi hingga Februari 2022 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Sleman, BMKG DIY, Ikhsan Pramudya. Potensi sambaran petir menurutnya akan terus terjadi sampai musim penghujan selesai pada Februari mendatang.

Sepanjang bulan ini saja, sampai 21 Desember kemarin, telah terjadi sekitar 10.541 kali sambaran petir di wilayah DIY dengan intensitas sambaran paling tinggi terjadi pada 19 Desember sebanyak 4.793 kali sambaran.

“Ketika hujan, sambaran petir itu memang bisa mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu dalam sehari, tergantung bagaimana perbedaan muatan di awan itu terbentuk,” ujar Ikhsan Pramudya saat dihubungi, Jumat (24/12).

kumparan post embed

Tingginya potensi intensitas sambaran petir, membuat masyarakat mesti meningkatkan kewaspadaan. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari sambaran petir menurut Ikhsan. Beberapa tips tersebut di antaranya:

1. Segera Berlindung di Ruangan Tertutup

Pertama, jika sedang berada di luar ruangan, sebisa mungkin masuk ke dalam ruangan tertutup seperti rumah atau bisa juga mobil jika sedang terjadi petir atau guntur. Sebab, tempat paling aman untuk berlindung dari sambaran petir adalah ruangan yang tertutup.

“Rumah jadi tempat paling aman untuk berlindung dari sambaran petir,” ujarnya.

Selama ini, kasus orang tersambar petir ketika sedang berada di dalam rumah juga jauh lebih sedikit ketimbang kasus orang tersambar petir di luar rumah.

Yang perlu dicatat juga, jauhi tempat-tempat terbuka seperti sawah atau tanah lapang. Sebab, jika petir itu melepaskan muatan atau energi, dia akan mencari tanah untuk melepaskan energi tersebut. Dan karena tubuh kita lebih tinggi dari sekitar, maka petir akan menjadikan tubuh kita untuk menghantarkan energinya ke tanah.

2. Jangan Berlindung di Bawah Pohon

Ketika hujan dan petir terjadi dan kita sedang berada di luar ruangan, maka kita perlu mencari tempat berlindung. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah berlindung di bawah pohon, menara, tiang listrik, atau benda-benda tinggi lainnya. Pasalnya, jika pohon, tiang, atau menara itu tersambar petir, energinya bisa melompat dan merambat ke tubuh kita yang ada di bawahnya. Apalagi jika benda itu terbuat dari logam yang dapat menghantarkan listrik.

“Sebab jika petir itu menyambar pohon atau tiang, maka energinya bisa merambat ke tubuh kita,” ujar Ikhsan.

3. Jauhi Air

Jika kita sedang berenang, kemudian mulai ada tanda-tanda akan turun hujan, apalagi jika sudah disertai dengan kilatan-kilatan petir, maka segeralah naik dan menjauh dari kolam tersebut. Hal ini karena petir dapat menghantarkan energinya ke air, sehingga jika kita sedang berada di dalam air kita juga dapat terkena sambaran petir tersebut.

“Air itu kan bisa menghantarkan listrik, jadi jika tersambar petir maka energinya juga bisa merambat ke tubuh kita jika sedang berada di dalamnya,” ujarnya.

4. Jika sedang Naik Motor, Segera Cari Tempat Berteduh yang Aman

Jika kita sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor, lalu di tengah jalan turun hujan disertai petir, lebih baik berhenti dan mencari tempat perlindungan yang aman. Sebisa mungkin cari tempat berlindung yang tertutup dan jauh dari pohon atau sesuatu yang tinggi. Misalnya bisa di halte bus, atau di emperan toko.

“Tidak disarankan ketika sedang hujan, kemudian ada petir, kita masih naik motor. Lebih baik berhenti dan berlindung, jangan dipaksakan,” kata Ikhsan.

Pasalnya, saat petir itu menyambar dan melepaskan energinya ke tanah, sangat mungkin mengenai kita yang sedang mengendarai sepeda motor di bawahnya. Sehingga sangat disarankan untuk berhenti dan berlindung dulu di tempat yang aman sampai kemudian hujan dan petirnya reda.

5. Jaga Jarak, Jangan Berdekat-dekatan

Yang penting untuk diperhatikan saat kita berteduh adalah jangan berdekatan dengan orang lain. Atur jarak minimal 3 sampai 5 meter dengan orang lain. Ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan paling buruk jika ada salah satu yang tersambar petir.

Dengan jarak yang cukup, jika ada satu orang yang tersambar maka kemungkinan energi petir itu merambat ke orang lain bisa ditanggulangi. Namun jika jaraknya terlalu dekat, satu orang yang tersambar petir akan membuat orang-orang di sekitarnya juga bisa ikut tersambar.

“Karena tubuh kita kan bisa menghantarkan energi juga, jadi jika ada satu yang tersambar itu bisa merambat ke orang di sekitarnya,” ujarnya.

6. Cabut Stop Kontak, Jangan Pasang Antena Terlalu Tinggi

Yang jua perlu diperhatikan saat kita berada di dalam rumah dan terjadi hujan disertai petir adalah mencabut semua peralatan elektronik dari sumber listrik seperti telepon kabel, tv kabel, komputer, dan sebagainya. Hal ini bertujuan supaya petir itu merambat melalui saluran listrik di rumah kita, peralatan elektronik kita tidak menjadi korban.

Selain itu, jika kita memasang antena tv atau radio, jangan sampai lebih tinggi dari bangunan atau objek yang ada di sekitarnya. Jangan sampai antenna kita berada di tempat yang paling tinggi dibandingkan sekitarnya karena itu sangat berisiko tersambar petir, sebab petir akan menyambar objek yang lebih tinggi dari sekitarnya.

“Jika energi petir merambat melalui antena rumah, maka itu bisa menghancurkan barang-barang elektronik yang ada di rumah kita,” kata Ikhsan Pramudya.

Di situasi seperti ini, Ikhsan mengimbau supaya masyarakat makin waspada supaya tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan. Sebab, fenomena-fenomena alam seperti ini tak bisa dicegah, namun tingkat bahayanya dapat kita minimalkan dengan cara-cara tersebut. Kita bukan Gundala, jadi lebih baik menghindari petir. (Widi Erha Pradana / YK-1)