Sempat Dilirik Prabowo, UGM Luncurkan Pesawat Tanpa Awak Senilai Rp 300 Juta
·waktu baca 2 menit

Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan sebuah pesawat tanpa awak yang diberi nama Palapa S-1. Peluncuran tersebut dilakukan di Gedung Engineering Research and Innovation Center Fakultas Teknik UGM, Selasa (3/9).
Pada 2022 lalu, pesawat tanpa awak ini sempat dilirik oleh Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Palapa S-1 ini dibuat dengan biaya mencapai Rp 300 juta, dan dikerjakan oleh dosen bekerja sama dengan mahasiswa S1, S2, dan S3.
Ketua periset sekaligus guru besar UGM, Gesang Nugroho, mengatakan pesawat tersebut dapat digunakan sebagai pengintai jarak jauh dari udara karena dilengkapi dengan kamera serta dapat terbang selama 6 jam non-stop.
Selain itu, pesawat ini juga dapat terbang dengan jarak tempuh hingga 500 kilometer dengan kemampuan pengiriman data hingga 50 km.
“Pesawat ini mampu terbang selama 6 jam nonstop, jangkauan telemetrinya (transmisi data) sejauh 50 kilometer,” kata Gesang kepada awak media di UGM, Selasa (3/9).
“Pada dasarnya pesawat ini bisa digunakan untuk bermacam-macam keperluan tergantung sensor yang dipasang. Bisa digunakan untuk intai yang jaraknya masih jauh. Untuk surveilans dan mapping, deteksi dini kebakaran, pemantauan perkebunan, pertambangan,” tambahnya.
Pembuatan dan pengembangan pesawat ini dilakukan sejak 2021 silam dan kini telah siap untuk diproduksi. Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kata Gesang sudah memesannya.
Total produksi satu pesawat ini memakan biaya mencapai Rp 300 juta. Pada 2022 lalu, Prabowo Subianto yang tengah menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu pun mengaku tertarik dan hendak membeli untuk keperluan pertahanan.
“UGM akan melakukan pembicaraan lanjutan (kepada Prabowo). Rencananya seperti itu (setelah launching akan dilaporkan ke Prabowo),” ujar Gesang.
