Kumparan Logo
Konten Media Partner

Soekarno Cup 2025 Digelar Perdana di Kota Yogya, Fokus Pembinaan Usia Dini

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iustrasi turnamen sepak bola usia dini. Foto: TNI AU
zoom-in-whitePerbesar
Iustrasi turnamen sepak bola usia dini. Foto: TNI AU

Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Yogyakarta akan menggelar Soekarno Cup 2025 perdana pada Sabtu hingga Minggu (5–6/7) besok di Lapangan Sidokabul, Kota Yogyakarta.

Turnamen yang perdana digelar di Kota Yogya ini secara khusus diperuntukkan bagi kelompok usia dini, yakni pemain usia 9 hingga 12 tahun, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan sejak usia awal.

Ketua Askot PSSI Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, menyampaikan bahwa turnamen ini diadakan untuk mengisi ruang pembinaan yang belum terakomodasi oleh Liga Soeratin, yang baru dimulai dari kategori U-13.

“Anak-anak usia 13 ke bawah ini belum terakomodasi di Liga Soeratin. Justru ini menjadi bagian terpenting untuk kami dorong sebagai pondasi pembinaan,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (3/7).

Konferensi pers penyelenggaraan Soekarno Cup 2025 oleh Askot PSSI Kota Yogyakarta, Jumat (4/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi D

Sebanyak 24 tim dari enam sekolah sepak bola (SSB) se-Kota Yogyakarta akan ambil bagian. Setiap SSB akan menurunkan empat tim di kategori U-9, U-10, U-11, dan U-12. Pertandingan akan menggunakan sistem setengah kompetisi, dan para juara tiap kelompok umur akan memperebutkan trofi dari Wali Kota Yogyakarta.

Lebih dari sekadar ajang tanding, Soekarno Cup 2025 juga berfungsi sebagai media seleksi pemain untuk jenjang pembinaan lanjutan, seperti Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMA Negeri 13 Yogyakarta serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).

“Kami berharap anak-anak di usia 11 dan 12 tahun ini bisa disiapkan untuk melanjutkan ke KKO, atau mewakili kota dalam ajang POPDA,” tambah Susanto.

Ke depan, Askot PSSI Yogyakarta menargetkan agar turnamen usia dini seperti ini bisa digelar secara rutin setiap tiga bulan. Menurut Susanto, keberlanjutan kompetisi akan memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola kota.

Reporter: Gigih Imanadi Darma