Konten Media Partner

Tahun Lalu 421 Anak di DIY Menikah Dini, Ada Dua Anak Usia 13 Tahun

27 Mei 2025 12:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Tahun Lalu 421 Anak di DIY Menikah Dini, Ada Dua Anak Usia 13 Tahun
DP3AP2 DIY mencatat sepanjang 2024 ada 421 anak di DIY yang menikah dini, bahkan ada dua anak yang masih berusia 13 tahun. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja
Ilustrasi pernikahan anak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pernikahan anak. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mencatat 421 kasus pernikahan dini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2024. Dua di antaranya terjadi pada anak berusia 13 tahun.
ADVERTISEMENT
“Angka pernikahan dini itu per tahun masih ratusan kasus, meskipun sudah menurun tapi belum signifikan turunnya ya. Kita harapnya signifikan banget penurunannya dari tahun ke tahun,” kata Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, usai acara Deklarasi Komitmen Bersama Penurunan Angka Pernikahan Dini di kantor DP3AP2 DIY, Senin (27/5).
Pernikahan dini didefinisikan sebagai pernikahan yang dilakukan oleh anak di bawah usia 19 tahun. Meskipun secara nasional DIY menempati posisi kedua terendah setelah DKI Jakarta, jumlah kasus yang mencapai ratusan dianggap masih mengkhawatirkan.
Berdasarkan data DP3AP2, dari 421 kasus pada 2024, terdapat 2 anak yang menikah pada usia 13 tahun, 6 anak pada usia 14 tahun, 28 anak pada usia 15 tahun, dan 53 anak pada usia 16 tahun.
ADVERTISEMENT
“Karena menikah itu akhirnya putus sekolah. Kita dengan dinas pendidikan mengupayakan supaya tidak putus sekolah, tetapi memang ada kesulitan-kesulitan cerita tersendiri. Jadi, ada yang memilih kemudian kejar paket. Tapi ada yang memilih nanti setelah melahirkan sekolah lagi dan sebagainya atau pindah sekolah,” ujar Erlina.
“Tapi tetap sulit karena rata-rata kebanyakan dari masyarakat menengah ke bawah,” tambahnya.
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
Kasus pernikahan dini paling banyak ditemukan di Kabupaten Sleman, disusul Bantul dan Kota Yogyakarta. “Daerah paling banyak Sleman. Antara Sleman, Bantul, Kota itu angkanya cukup tinggi,” kata Erlina.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB DIY, Soleh Anwari, menyatakan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan DPRD DIY dalam upaya penurunan pernikahan dini.
“Sejak tahun 2020 kami sudah bersinergi dengan DPRD DIY. Kita bergerak dengan melakukan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan, sosialisasi kesehatan reproduksi, dan satu lagi sosialisasi kesehatan reproduksi di sekolah ramah anak,” ujar Soleh.
ADVERTISEMENT
Pada 2025, DP3AP2KB DIY merencanakan sosialisasi langsung di 18 titik bersama DPRD DIY. Titik lain akan dijangkau oleh pemerintah kabupaten dan kota.