Kumparan Logo
Konten Media Partner

Toko Berkana Bercerita: Rasa Sungkan Pelanggan yang Lahirkan Optik Open Table

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koleksi kacamata sunglasses dari optik Berkana. Foto: Doc. Berkana
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi kacamata sunglasses dari optik Berkana. Foto: Doc. Berkana

Dari yang awalnya hanya menjual frame kacamata fesyen, toko kacamata Berkana perlahan bertransformasi menjadi optik profesional. Untuk mendukung perubahan tersebut, sang pemilik saat ini menempuh studi optometri di Akademi Optometri Jogja (AKTRIYO).

“Saking seriusnya kami untuk mengembangkan Berkana ini, kebetulan saya dan suami bukan dari ahli optik juga, dan sekarang suami saya sedang bersekolah di AKTRIYO, Akademi Optometri Jogja,” ungkap pemilik Berkana, Ratih Sukma Kumala, saat ditemui Pandangan Jogja di tokonya, Kamis (13/11).

Berkana mulai dibangun oleh Ratih Sukma Kumala suaminya sejak 2011. Pada awal berdirinya, Berkana hanya menyediakan frame kacamata. Namun, Ratih melihat perubahan perilaku anak muda yang mulai memandang kacamata bukan sekadar kebutuhan kesehatan, melainkan bagian dari gaya dan ekspresi diri. Kesadaran itu kemudian mendorongnya mengembangkan Berkana dari toko kacamata fesyen menuju layanan optik yang lebih profesional dan menyediakan layanan pemeriksaan mata, namun tetap dekat dengan anak muda.

Referensi pemakaian kacamata Berkana. Foto: Dok. Berkana

Sebagai bagian dari pengembangan konsep ini, Berkana menerapkan sistem open table yang membuat pengunjung lebih leluasa memilih kacamata. Gagasan ini muncul dari sikap pelanggan yang sering merasa sungkan ketika memilih kacamata di optik. “Mungkin sebagai anak muda banyak yang merasa kurang nyaman atau kurang secara bebas memilih kacamata di optik. Dari situlah kita timbul konsep open table optik seperti ini,” kata Ratih.

Menurutnya, konsep open table membuat pelanggan lebih santai dan tidak merasa sungkan saat memilih frame di optik. “Jadi, customer atau klien kita datang ke optik dan bisa secara langsung mencoba kacamata sesuai dengan style mereka, kebutuhan mereka tanpa ada rasa, apa kita bilang, pekewuh ya kalau orang Jawa,” lanjutnya.

instagram embed

Salah satu pelanggan Berkana, Annisa Riska Wijaya, menyebut konsep Berkana membuat proses memilih kacamata lebih mudah dan menyenangkan. “Kita nggak harus minta tolong ambilin, kan kita bisa coba-coba langsung kayak gitu. Kalau zaman dulu kan harus diambilin kayak repot ya,” ujarnya.

Ia juga menilai pilihan frame di Berkana mengikuti selera anak muda. “Menurutku ngikutin zaman ya, karena kan anak sekarang sukanya yang aneh-aneh, bentuk-bentuknya yang enggak kayak zaman gue dulu yang cuma kotak, bulat, udah gitu doang,” kata Annisa.

Selain menjual frame kacamata, Berkana juga menyediakan berbagai jenis lensa seperti anti radiasi, blue-ray, antigores, hingga photochromic. Untuk frame, modelnya diperbarui setiap bulan sesuai dengan tren yang berkembang. Ratih menyebut, jenis frame yang tengah banyak dicari saat ini adalah material acetate dengan bentuk oval kecil. Harga frame dipatok mulai dari Rp90 ribu hingga Rp1 juta. Setiap bulannya, Berkana bisa menjual lebih dari 1.000 kacamata.

Toko Berkana di Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Berkana

Selain fokus pada model dan tren, Berkana juga menekankan pelayanan dan relasi jangka panjang dengan pelanggan.“Banyak banget customer loyal yang dari dulu kuliah terus sudah punya kerja di sini, sudah punya keluarga, bahkan punya anak dan terus-terusan balik, dan saya senangnya mereka nge-referral ke temannya atau keluarganya,” imbuhnya.

Berkana juga pernah dikunjungi beberapa figur publik yang sedang berada di Yogyakarta, antara lain aktris Hanggini, musisi Fanny Soegi, dan Eca Aura. Kini, Berkana telah memiliki cabang di Gejayan, Glagahsari, Pogung, Wirobrajan, Nologaten, Seturan, dan Solo, serta toko daring.