Wisuda 1.288 Mahasiswa, Poltekkes Yogya Bekali Skill Nonteknis ke Calon Nakes

Sebanyak 1.288 lulusan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mengikuti Wisuda ke-46 Program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan serta Pelantikan Profesi di Sleman City Hall (SCH), Selasa (29/9). Mereka terdiri dari 489 lulusan Diploma Tiga, 525 Sarjana Terapan, dan 274 Pendidikan Profesi.
Sebagai perguruan tinggi vokasi dan profesi kesehatan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta membekali mahasiswa tidak hanya melalui kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktik. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga tata krama turut ditekankan sebagai bekal lulusan memasuki dunia pelayanan kesehatan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Iswanto, mengatakan penguatan keterampilan didukung sumber daya manusia dan fasilitas pembelajaran. Saat ini, seluruh 17 program studi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta telah memperoleh predikat akreditasi unggul dari LAM-PTKes.
"Unggulnya itu karena faktor sumber daya manusia kita, baik dosennya, pranata laboratorium pendidikannya, tendiknya, dan seluruh aktivitas di dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Karena kita vokasi, tentunya penguatannya adalah di praktiknya, skill-nya," kata Iswanto kepada tim Pandangan Jogja, Selasa (29/9).
Penguatan tersebut dilakukan melalui praktik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan. Mahasiswa juga mendapat kesempatan pengalaman belajar di luar negeri serta layanan kelas bahasa.
"Lahan praktiknya kita juga memilih fasilitas pelayanan kesehatan, terutama rumah sakit-rumah sakit yang memang sudah bertaraf internasional. Rumah sakit-rumah sakit vertikal Kemenkes itu hebat-hebat sehingga kita juga menggunakan itu, termasuk pengalaman belajar ke luar negeri. Untuk kemampuan bahasa kita juga menyediakan berbagai layanan, ada kelas Jepang, ada kelas Jerman," ujarnya.
Tahun ini, 93,1 persen lulusan berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu. Bahkan sebelum wisuda, 209 dari 1.288 lulusan sudah mendapat pekerjaan di fasilitas kesehatan dan industri.
"Sudah banyak langsung direkrut beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, terutama yang swasta, yang kemarin sudah job fair. Bahkan rekrutmennya juga di kampus. Jadi, kita mencoba bagaimana agar peluang-peluang yang ada itu cepat terkomunikasikan kepada lulusan," kata Iswanto.
Salah satu lulusan dalam wisuda kali ini adalah Ranti Puspita Putri Laoegi, lulusan Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi dengan IPK 3,83. Perempuan asal Sulawesi itu tercatat sebagai Mahasiswa Berprestasi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI dan peraih medali emas Storytelling Competition NHPEO pada 2024 dan 2025.
Ranti mengaku datang tanpa latar belakang pendidikan kesehatan. Selama kuliah, pembelajaran praktik menjadi salah satu proses yang membantunya mengembangkan kemampuan sebagai calon tenaga kesehatan.
"Di Poltekkes itu kita belajarnya memang dari nol dan semua orang itu sama, background-nya berbeda-beda. Di sini juga praktiknya banyak. Semakin diasah, semakin praktik, kita semakin bisa," kata Ranti, kepada tim Pandangan Jogja, Selasa (29/9).
Pengalaman praktik di rumah sakit juga membuat Ranti semakin yakin bekerja di bidang kesehatan. Salah satu pengalaman yang membekas baginya terjadi ketika seorang pasien mendatanginya setelah menjalani operasi.
"Ada satu ibu yang tiba-tiba mendatangi saya, berucap terima kasih banyak karena sudah membantu ibu itu operasi. Di situ saya sangat tersentuh dan ingin lebih mengabdi lagi," tuturnya.
Setelah lulus, Ranti memilih bekerja lebih dulu sebagai penata anestesi sebelum mempertimbangkan menjadi dosen.
"Saya ingin mencoba jadi anestesi dulu dan saya ingin mengabdi dulu untuk kesehatan di sini. Ketika nanti saya rasa ilmu saya sudah cukup dan saya sudah siap, mungkin saya akan jadi dosen kembali, menyebarkan ilmu-ilmu anestesi yang sudah saya terima. Karena untuk dosen anestesi ini memang masih sedikit," katanya.
