Yogya Akan Reuni Budaya Mataram di Tulungagung dan Madiun
·waktu baca 3 menit

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Kebudayaan DIY akan kembali mengadakan muhibah budaya dengan tema ‘Merajut Budaya Mataram dari Yogyakarta untuk Indonesia’. Tahun 2023 ini, muhibah budaya akan dilakukan di dua daerah di Jawa Timur, yakni Tulungagung dan Madiun.
Sebelumnya, Yogya juga telah melakukan muhibah budaya di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia seperti Magetan, Ponorogo, Purworejo, serta Trenggalek.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, mengatakan bahwa muhibah budaya ini menjadi momentum reuni bagi daerah-daerah yang memiliki sejarah kebudayaan mataraman.
“Ini kayak semacam reuni dan kemudian menguatkan bahwa sinergi budaya atau silaturahmi budaya itu ternyata masih ada,” kata Dian Laksim Pratiwi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (18/7).
Dian menjelaskan bahwa pada masa lalu kawasan budaya yang mendapatkan pengaruh dari budaya mataraman cukup luas, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun seiring berjalannya waktu, saat kawasan budaya tersebut terpisah dalam kawasan administratif, kawasan budaya tersebut seperti terpecah.
“Muhibah budaya ini bagian dari konsolidasi, bagian dari silaturahmi budaya sehingga menjadi satu rekatan historis pada kawasan-kawasan yang memiliki ikatan budaya mataraman,” lanjutnya.
Nantinya, Pemda DIY juga akan melakukan kerja sama dengan pemerintah di tiap kabupaten atau kota untuk saling menguatkan budaya mataraman tersebut tanpa meninggalkan budaya asli yang juga berkembang di wilayah tersebut.
“Jadi memang budaya mataraman itu mewarnai keberagaman budaya-budaya yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.
Di Tulungagung, muhibah budaya ini akan diselenggarakan pada 24 Juli 2023 mendatang dengan sejumlah kegiatan kebudayaan seperti penampilan kesenian dari Keraton Yogyakarta serta diskusi dengan bupati dan pejabat setempat.
Sementara itu, serangkaian kegiatan muhibah budaya lain akan berpusat di Kota Madiun mulai dari tanggal 20 sampai 25 Juli 2023. Sejumlah kegiatan budaya yang digelar di Madiun ini di antaranya adalah pameran kebudayaan, workshop kebudayaan, Ngobrol Heritage, pelatihan cagar budaya, workshop tari, workshop macapat, workshop busana Jawa Yogyakarta, workshop grafis, pawijatan Jawa, workshop klinik aksara dan pengenalan serta mewarnai aksara Jawa untuk anak.
“Selain itu diselenggarakan juga pameran literasi dan maestro sastra, workshop digitalisasi aksara, pagelaran sastra Epos Ramayana: Hastabrata, pagelaran wayang kulit semalam suntuk, konser mini orchestra serenade bunga bangsa, serta pelaksanaan malam puncak Muhibah Budaya 2023 di Madiun pada tanggal 25 Juli 2023 malam,” papar Dian.
Tahun ini, muhibah budaya ini memang hanya akan dilaksanakan di Tulungagung dan Madiun saja. Namun di tahun-tahun berikutnya, Pemda DIY menurutnya akan terus melakukan kegiatan serupa di wilayah-wilayah lain yang budayanya juga terpengaruh oleh budaya mataraman.
“Kita punya kawasan budaya, mana daerah-daerah yang memiliki pengaruh dari budaya Mataram. Mungkin tidak hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja, seperti dulu zaman Sultan Agung areanya kan sampai ke luar Jawa,” ujar Dian Laksmi Pratiwi.
