Penuh Sportivitas : KKN Majasari Buktikan Kolaborasi Lewat Sepak Bola

Mahasiswa KFO FPOK UPI
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Panji Abadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SUBANG – Suara peluit wasit memecah keramaian di Lapangan Sepak Bola Desa Cinangsi, Kecamatan Subang, pada Minggu, 19 Oktober. Bukan pertandingan liga resmi, melainkan sebuah laga persahabatan yang mempertemukan dua elemen pemuda: tim mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) dari Desa Majasari melawan tim perangkat Karang Taruna Desa Cinangsi.
Di bawah langit sore Subang, pertandingan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi dapat terjalin melalui bahasa universal, yaitu olahraga.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua kesebelasan langsung menunjukkan semangat juang tinggi. Tim P2MB Majasari, yang terdiri dari mahasiswa berbagai disiplin ilmu, mencoba menerapkan taktik cepat untuk membongkar pertahanan solid pemuda Karang Taruna Cinangsi. Sebaliknya, tim tuan rumah yang dimotori oleh perangkat Karang Taruna tampil percaya diri, mengandalkan kekompakan dan pemahaman lapangan yang lebih baik.
Jual beli serangan tak terhindarkan. Penonton yang hadir, terdiri dari warga lokal dan rekan-rekan mahasiswa P2MB lainnya, tak henti-hentinya memberikan dukungan. Meski tensi permainan sesekali memanas, sportivitas tetap dijunjung tinggi. Momen-momen di mana pemain saling membantu lawan yang terjatuh dan bersalaman setelah terjadi pelanggaran ringan, menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana.
"Kami ingin membaur. Sepak bola adalah cara terbaik untuk berkenalan dan membangun keakraban dengan pemuda lokal, dalam hal ini Karang Taruna Cinangsi. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk memperkuat sinergi antardesa," ujar Mahasiswa P2MB.
Sambutan positif datang dari Ketua Karang Taruna Cinangsi. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa P2MB yang mau 'turun gunung' dan berolahraga bersama.
"Kami sangat terbuka dan senang dengan adanya kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa P2MB tidak kaku, tapi juga mau terlibat dalam kegiatan yang disukai pemuda. Harapan kami, ini bukan yang pertama dan terakhir. Semoga ke depan ada kolaborasi lain yang bisa kita jalankan bersama," tuturnya.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 3-3. Namun, skor tersebut seakan tidak berarti. Kemenangan sesungguhnya adalah terjalinnya persaudaraan baru antara mahasiswa pendatang dengan pemuda lokal. Acara ditutup dengan jabat tangan, evaluasi ringan, dan sesi foto bersama, membuktikan bahwa di atas lapangan hijau Cinangsi, persahabatan telah resmi terjalin.
