Pencarian populer
PUBLISHER STORY

13 SD Negeri di Brebes Kekurangan Murid

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Brebes, Rojat.
BREBES - Sebanyak 13 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kekurangan murid pada tahun ajaran 2018/2019. Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Brebes menyebut murid di sekolah-sekolah itu tak lebih dari 60 orang.
ADVERTISEMENT
"Untuk tahun ajaran saat ini, datanya memang belum masuk. Kalau tahun lalu, jumlah SD yang kekurangan peserta didik itu tersebar hampir merata di 11 kecamatan. Rata-rata satu rombel (rombongan belajar) per angkatan hanya 10 siswa," kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Disdikpora Brebes, Rojat, Rabu (17/7).
Sekolah-sekolah tersebut, yaitu SD Negeri 5 Malahayu, Kecamatan Banjarharjo; SD Negeri Bangbayang 4, Kecamatan Bantarkawung; SD Negeri 11 Brebes, Kecamatan Brebes; SD Negeri Pedes Lor 2, Kecamatan Jatibarang; SD Negeri Pakujati 5, Kecamatan Paguyangan; SD Negeri Karangsembung 2, Kecamatan Losari; SD Negeri Ganggawang 1, Kecamatan Salem; SD Negeri Kemakmuran 2, Kecamatan Songgom; SD Negeri Tanjung 4, Kecamatan Tanjung; serta SD Negeri Kutayu 2, SD Negeri Watujaya, dan SDN Galuh Timur, Kecamatan Tonjong.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan analisis Disdikpora Brebes, kata Rojat, faktor utama kurangnya jumlah murid ialah semakin berkurangnya populasi anak usia SD setiap tahun.
"Seperti di SD Negeri Kutayu 2 Tonjong, tahun ini hanya dapat 1 siswa, tahun lalu enggak dapat siswa. Bahkan, delapan tahun belakangan jumlah siswa tak sampai 10 siswa baru per tahun ajaran baru," ujar Rojat.
Ilustrasi anak Sekolah Dasar Foto: Shutterstock
Di samping itu, dia berpendapat hal ini juga diduga terkait dengan keberhasilan pemerintah dalam program Keluarga Berencana.
"Tapi kami belum melihat sejauh yang kami prediksi seperti itu. Kita akan turun ke lapangan untuk berusaha mengetahui lebih jauh hal seperti ini. Apalagi jumlah SD di Brebes mencapai 897 sekolah," kata Rojat.
Kurangnya jumlah murid di 13 sekolah itu berdampak pada kegiatan belajar-mengajar yang kurang efektif dan efisien.
ADVERTISEMENT
"Ke depan, kami akan melakukan upaya regrouping, yakni penggabungan sekolah, termasuk siswanya yang kurang dari 60 siswa per sekolahan," ucap Rojat.
"Mereka akan dipindah ke sekolah terdekat, termasuk guru PNS (pegawai negeri sipil) atau guru GT (guru tetap) dimutasi ke sekolah yang membutuhkan tambahan pengajar. Untuk kepala sekolah akan kita tarik dulu menunggu penempatan," pungkasnya. (*)
Reporter : Fajar Eko Nugroho
Editor : Muhammad Abduh
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86