Kumparan Logo
Konten Media Partner

Aneka Makanan Tradisional Dijajakan di Festival Kuliner di Slawi

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Festival Kuliner yang diadakan oleh Klenteng Hok Ie Kiong mulai digelar, Jumat (25/10) pagi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Tegal)
zoom-in-whitePerbesar
Festival Kuliner yang diadakan oleh Klenteng Hok Ie Kiong mulai digelar, Jumat (25/10) pagi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Tegal)

SLAWI - Festival Kuliner yang diadakan oleh Klenteng Hok Ie Kiong mulai digelar, Jumat (25/10) pagi.  Festival ini berlangsung selama tiga hari dari hari Jumat - Minggu (25-27/10) mendatang.

Bupati Tegal Umi Azizah menyambut baik hadirnya Festival Kuliner Klenteng Hok Ie Kiong ini. Umi berharap masyarakat antusias untuk datang dan mencicipi aneka kuliner tradisional maupun modern.

Dalam kesempatan itu, Orang nomor satu di Kabupaten Tegal mencicipi beberapa makanan di sana. Seperti bubur susum hingga nasi jagung. Dengan ditemani Camat Slawi Elliya Hidayah, Umi menyantap dua menu tradisional itu.

Festival Kuliner yang diadakan oleh Klenteng Hok Ie Kiong mulai digelar, Jumat (25/10) pagi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Tegal)

"Tak hanya makanan modern, disini kita bisa menemukan makanan tradisional. Kalau kangen makanan tempo dulu, bisa nostalgia kesini. Ada keong kraca, nasi jagung, berondong jagung dan masih banyak lagi," katanya.

Umi juga berharap event kuliner seperti ini dapat diadakan setiap tahun dan menjadi event tahunan wisata Kabupaten Tegal.

"Kita perlu mensinergikan festival ini kedalam agenda besar event tahunan Kabupaten Tegal agar baik dari sisi branding, keberlanjutan dan daya tariknya semakin kuat," ungkap Umi.

Selama 3 hari berturut-turut, festival ini dibuka mulai pukul 11.00 siang sampai 22.00 malam hari. Umi menitip pesan kepada penyelenggara serta pedagang hingga pengunjung untuk dapat menjaga kebersihan.

Ketua Penyelenggara Paulus Tanuwijaya menuturkan terdapat 71 stand kuliner yang meramaikan acara Festival Kuliner Klenteng Hok Ie Kiong ini.

"Dari total yang ada terbagi menjadi dua bagian, 53 stand kuliner modern dan 18 stand itu kuliner lokal, 10 dari Pasar Slumpring dan 8 dari warga lokal Slawi," tuturnya. (*)