kumparan
9 Feb 2018 15:04 WIB

Pengorbanan Erun, Bocah Asal Brebes yang Berjualan Bakso Goreng

BREBES - Anak seusia Erun (13) asal Desa Baros Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes ini, seharusnya memang menikmati indahnya dunia sekolah. Namun, ia lebih memilih berjualan bakso goreng untuk membantu ekonomi keluarganya. Dengan tubuh mungilnya, ia rela berpanas-panasan untuk menjajakan dagangannya ke sekolah-sekolah. Ketika jam pelajaran usai, Erun tetap berkeliling untuk menghabiskan bakso gorengnya.
ADVERTISEMENT
Erun menceritakan, meskipun ia masih berkeinginan melanjutkan ke SMP, namun ia lebih memilih membantu Bapaknya yang juga jualan bakso goreng itu. "Kasihan Bapak sakit tapi masih jualan, jadi saya bantu." jelas Erun saat istirahat di kontrakan milik majikannya, Jumat, 9 Februari 2018.
Dalam kesempatan itu, Panturapost.id bertemu dengan Tatang (58), Bos bakso goreng dimana Erun ikut bekerja padanya. Dikatakan Tatang, awal mula Erun jualan karena memang ingin membantu Bapaknya. "Awalnya saya tanya, apakah mau jualan, dia jawab mau, dan pertama saya suruh Erun ikut Bapaknya keliling dulu biar paham cara jualannya," jelas Tatang.
Tatang kembali mengatakan, setelah beberapa hari ikut bapaknya jualan, Erun sudah bisa. "Setelah ikut, dan saya rasa sudah bisa, saya buatkan pikulan kecil khusus buat Erun, biar dia bisa angkat," jelasnya.
Selama tiga minggu Erun jualan bakso goreng, ternyata laris manis. "Banyak yang beli sama Erun, sehari bawa 200 tusuk habis," kata Tatang. Satu tusuk bakso goreng dihargai 500 rupiah. Sehingga, ketika 200 tusuk habis, maka penjual akan membawa pulang uang sebanyak seratus ribu rupiah.
ADVERTISEMENT
Dari uang hasil jualannya itu masih harus dibagi dua dengan pemilik. "Kalau dapat 100 ribu, dibagi dua, hanya dipotong buat beli saus tiga ribu," ujar Tatang. Masalah makan setiap hari, bos bakso goreng ini mengaku selalu menyediakan buat karyawannya.
Dalam kesehariannya, Tatang hanya menyediakan bakso dan saus. Untuk minyak tanah, plastik dan minyak goreng, para penjualnyalah yang membeli sendiri. "Dari uang bagi hasil tadi, mereka belanjakan buat keperluan dagang," ucap Tatang.
Selain Erun, masih ada lagi 6 karyawan yang lain. "Saya sudah 20 tahun di Brebes, dulu punya 28 karyawan, sekarang tinggal 7 saja," tatang mengakhiri.
Penulis/Foto: Yunar Rahmawan
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan