Kumparan Logo
Konten Media Partner

KADIN Jateng: Jika Kondisi Tak Membaik, Wabah Corona Ancam PHK Massal

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono. (Foto: Fajar Eko/PanturaPost)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono. (Foto: Fajar Eko/PanturaPost)

BREBES - Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono, menyatakan saat ini industri di Jateng belum berdampak akibat adanya wabah virus Corona (covid-19). Namun, jika kondisi tidak berubah, ia memperkirakan akan terjadi PHK massal pada April 2020. Khususnya perusahaan tekstil dan farmasi.

"Karena bahan baku tekstil dan farmasi sekitar 50 persen berasal dari China dan bahan baku diperkirakan akan habis akhir April mendatang," ucap Kukrit Suryo Wicaksono, usai melantik anggota Kadin Kabupaten Brebes, di Pendapa Pemkab setempat, Kamis (12/3).

Ia mengatakan iklim bisnis di Jateng hingga saat ini masih kondusif. Hanya saja, saat ini pihaknya akan terus mencari solusi terkait bahan baku yang akan habis April mendatang.

"Sampai saat ini kami masih terus mencari bahan-bahan pengganti untuk farmasi dan tekstil yang sebagain besar bahan bakunya dari Cina," kata dia.

Kukrit khawatir, jika kondisi ini tak segera diatasi, maka pabrik tekstil ini berhenti berproduksi. Dan bahkan bisa terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

"Karenanya, kami dari KADIN dan Pemprov Jawa Tengah setiap hari duduk bersama untuk mencari solusi-solusi dalam mengatasi permasalahan ini," ungkapnya.

Selain dampak wabah virus Corona di bidang industri tekstil dan farmasi, lanjut dia, virus Corona ternyata juga berdampak merugikan di sektor pariwisata.

"Makanya semua harus bersama-sama mendorong untuk tetap bertahan dengan inovasi-inovasi," pungkasnya. (*)