COP : Peran dan Dampaknya terhadap Negara-negara di dunia

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu politik, Universitas Kristen Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Patuan Halomoan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

1. Apa itu COP ?
COP (Conference of the Parties) merupakan sebuah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh para pihak dalam suatu konvensi internasional, Berfokus pada hal yang terkait dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. COP dikenal dalam konteks Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang merupakan forum untuk menangani perubahan iklim secara global. COP diadopsi pada tahun 1992 dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brazil.
COP pertama kali diselenggarakan pada tahun 1995 di Berlin, Jerman. Pada saat itu terdapat 154 negara yang hadir dalam konferensi COP, yag juga merupakan anggota dari UNFCCC, dan pada saat ini COP sudah memiliki 196 negara anggota.
2. Tujuan COP
Tujuan Utama COP yang pasti adalah untuk menetapkan langkah-langkah dalam menangani isu lingkungan dan mengatasi dampak buruk dari perubahan iklim, membuat perjanjian, meninjau dan memastikan kepatuhan antara setiap anggota COP terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati.
3. Peran Utama COP
Pertama adalah melakukan konsensus atau permufakatan antar anggota COP dalam bernegoisasi guna mencapai kesepakatan tentang kebijakan iklim global.
Kedua adalah Meninjau dan Mengawasi pelaksanaan kesepaktan yang telah menjadi target dari negara anggota, seperti contohnya dalam mengurangi emisi karbon.
Ketiga adalah Menyusun dan menyepakati mekanisme ataupun perjanjian yang dilakukan untuk mendukung mitigasi, adaptasi, pendanaan, dan teknologi.
Salah satu perjanjian yang telah disepakati dalam konferensi COP adalah “Perjanjian Prancis”, Berisikan tentang bagaimana komitmen global untuk menjaga kenaikin suhu rata-rata bumi hingga 1,5 derajat celcius.
4. Struktur COP
Negara (Parties) : Terdiri dari 196 Negara dari 198 yang bergabung dengan UNFCCC
Observatoris : organisasi non-pemerintah (NGO), sektor swasta, dan lembaga-lembaga internasional yang memiliki peran dalamm memberikan masukan.
Agenda Utama : Mitigasi perubahan iklim, Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, Pendanaan iklim, Transfer teknologi, Kerangka kerja transparansi.
Pendanaan dan Dukungan : Green Climate Fund (Dana Iklim Hijau) untuk mendukung negara berkembang dalam menangani perubahan iklim ataupun isu Lingkungan.
5. Dampak COP terhadap negara berkembang
1. Dampak Positif
Pendanaan Iklim yang akan didapatkan Negara-negara berkembang untuk proyek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim contohnya Green Climate Fund (GCF) Memberikan bantuan pendanaan untuk mendukung proyek energi terbarukan, melakukan reforestasi, dan lain-lain.
Teknologi yang ramah lingkungan diberikan kepada negara-negara berkembang seperti enegeri terbarukan, Sistem irigasi pintar, dan teknologi pengelolaan limbah
Keadilan Iklim dan Loss and Damage yang berarti memberikan perhatian pada sebuah negara berkembang yang mengalami kerugian dan kerusakan yang disebabkan perubahan iklim, seperti banjir,kekerinngan, dan lainnya.
Kolaborasi Global yang dilakukan biasanya melalui Diplomasi Multilateral oleh Negara berkembang yang memiliki kesempatan untuk menyuarakan kepentingan mereka terutama pada isu lingkungan, bukan hanya itu , mereka juga akan mengikuti Proyek bersama, proyek yang sering melibatkan kerja sama lintas negara guna membahas isu-isu lingkungan terkini.
2. Dampak Negatif
Pertama, akan terjadi ketergantungan terhadap pendanaan internasional walaupun prosedur yang rumit juga dirasakan oleh negara berkembang dalam memiliki akses pendanaan tersebut.
Kedua,Ketidakseimbangan Kekuatan Negoisasi : Dominasi dari negara maju, terutama ketika pembahasan mekanisme teknis dan distribusi tanggung jawab saat konferensi, Kemudian banyak negara berkembang sering dipaksa dalam berkontribusi dalam sebuah proyek tanpa sebuah dukungan.
Ketiga adalah Beban biaya yang cukup besar disebabkan banyak proyek mitigasi atau adaptasi terhadap perubahan iklim membutuhkan dana yang besar namun, tidak sepenuhnya ditanggung oleh pendanaan internasional.
Maka dari itu terdapat harapan yang sangat besar dengan Konferensi ini mengingat besarnya peran mereka dalam sebuah forum utama bagi dunia untuk menangani krisis iklim. terutama terhadap negara-negara berkembang yang terkena musibah yang disebabkan perubahan iklim
