Konten dari Pengguna

Mengenal Lanny Siswadi, Tamatan SD yang Berhasil Jadi Pengusaha Kuliner Sukses

Peluang Bisnis

Peluang Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Peluang Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lanny Siswadi, pendiri Sambal Bu Rudy. Sambal Bu Rudy merupakan salah satu kuliner kenamaan asal Surabaya. Foto: Phaksy Sukowati.
zoom-in-whitePerbesar
Lanny Siswadi, pendiri Sambal Bu Rudy. Sambal Bu Rudy merupakan salah satu kuliner kenamaan asal Surabaya. Foto: Phaksy Sukowati.

Dalam profil orang sukses, beberapa tokoh memiliki latar belakang pendidikan yang terbilang tidak begitu cemerlang. Meski begitu, mereka memiliki kemampuan untuk bisa menapaki jalan kesuksesan yang mereka ambik hingga seperti sekarang.

Pendidikan tinggi bukan satu-satunya faktor bahwa karir akan berakhir cemerlang. Terdapat faktor lain seperti disiplin, kerja keras, jujur, konsisten, dan mampu melihat peluang, terlebih jika ingun menjadi pengusaha.

Lanny Siswadi adalah salah satu pengusaha kuliner dengan nama merek “Sambal Bu Rudy”. Sambal bawang ini merupakan salah satu makanan populer, bahkan disebut-sebut sebagai oleh-oleh wajib dari Kota Surabaya, Jawa Timur.

Popularitas itu terbukti dari pelanggan sambalnya yang bukan hanya datang dari kalangan biasa, tetapi juga pejabat, termasuk 3 presiden terakhir Indonesia. Berdasarkan segi jumlah produksi, usaha Lanny ini bisa memproduksi 1.500-2.000 botol dalam sehari pada tahun 2018.

Sekarang, bisnis Lanny tergolong besar. Sambal Bu Rudy sudah memiliki 7 cabang di Kota Surabaya dengan depot pusat yang berada di Jalan Dharmahusada. Adapun bisnisnya tetap mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko online di situs resminya www.depotburuddy.com.

Usaha Lanny dalam meniti karir sebagai pengusaha tentu saja melewati sebuah proses yang tidak mudah. Ia merangkak dari satu bisnis ke bisnis lain hingga akhirnya bisa sukses

Tidak menyelesaikan sekolah

Wanita kelahiran Madiun, 10 Oktober 1953 ini memiliki latar belakang pendidikan yang tidak begitu tinggi. Akibat tidak kondusifnya kota Madiun karena pergolakan politik Indonesia saat itu, Lanny harus berhenti sekolah ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 4 SD dan pindah ke kota Pahlawan, Surabaya, pada tahun 1970.

Langkah pertama Lanny dalam menapaki bisnis dimulai di Surabaya. Bisnis pertama yang ia buka adalah toko sepatu yang dibuka di Pasar Turi pada tahun 1983. Sayangnya, usaha sepatu tersebut hanya berjalan selama 7 tahun karena peristiwa kebakaran yang menelan Pasar Turi.

peristiwa yang menimpa bisnis pertamanya tidak semata-mata menghalangi keinginan Lanny untuk tetap berbisnis. Ia mencoba peruntungan bisnis kuliner, yakni sambal pada tahun 1990 an.

Semua itu bermula ketika ia mengolah udang hasil tangkapan suaminya yang memiliki hobi memancing. Udang hasil tangkapan itu ia olah menjadi kering dan disantap dengan sambal bawang racikannya sendiri.

Kepiawaian Lanny dalam mengolah sambal dan udang ini diakui oleh teman dan kerabatnya. Mereka suka dengan sambal bawang miliknya dan menyarankan Lanny untuk menjualnya.

Bermodalkan sebuah mobil Pick Up, Lanny mulai menjajakan sambal bawang buatannya ke orang-orang. Ia berkeliling agar sambalnya bisa dikenal oleh lebih banyak orang.

Waktu berjalan mengiringi kesuksesannya dalam mengembangkan bisnis sambalnya. Berkat keuntungan yang ia dapat, Lanny mampu mengontrak tempat di Jalan Dharmahusada untuk menjadi kios pertamanya. Kios yang ia sewa ini kemudian menjadi depot utama Sambal Bu Rudy.

Pandai berbisnis

Depot Bu Rudy di Jalan Dharmahusada, Surabaya. Foto: Phaksy Sukowati.

Kemampuan Lanny sebagai pengusaha tidak perlu diragukan lagi. Lannya pandai mencari peluang dan menentukan lokasi yang cocok untuk membukai gerai-gerai Sambal Bu Rudy yang lain.

Seandainya ia tidak memiliki kemampuan, Sambal Bu Rudy belum tentu bisa bertahan selama 24 tahun dan memiliki 7 cabang yang tersebar di Surabaya dan Gresik.

Selain berjualan sambal, Lanny juga pernah membuka warung nasi campur dan pecel yang ia jual dengan menggunakan mobil. Bisnis sepatunya yang sempat terkena imbas dari musibah kebarkaran juga masih buka hingga tahun 2007. Semua itu membuktikan bahwa Lanny memang pandai dan tekun sebagai seorang pengusaha, sekalipun latar belakangnya tidak tinggi.