Konten dari Pengguna

Peluang Bisnis Bermodal Olahan Ikan, Ada yang Cetak Omzet hingga Rp 500 Juta

Peluang Bisnis

Peluang Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Peluang Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumpeng dari ikan sebagai simbolis pemberian bantuan 3 ton dari Menteri KKP, Susi Pudjiastuti ke Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi, (Foto: Jafri Anto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tumpeng dari ikan sebagai simbolis pemberian bantuan 3 ton dari Menteri KKP, Susi Pudjiastuti ke Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi, (Foto: Jafri Anto/kumparan)

Ide untuk memulai bisnis bisa didapat dari mana saja tak terkecuali untuk usaha di bidang kuliner. Bisnis makanan selalu berkembang dan menjadi pilihan banyak orang karena memiliki keuntungan besar.

Alasannya sederhana, yaitu seluruh manusia butuh makan, sehingga target pasar usaha makanan sangat luas, tidak terbatas pada usia dan jenis kelamin. Banyaknya ragam jenis makanan yang bisa dijual untuk memulai bisnis, kadangkala membuat kita bingung untuk menentukan pilihan.

Nah daripada kamu bingung dan ujung-ujungnya tidak jadi, usaha dari olahan ikan layaknya bisa kamu coba untuk memulai bisnis dengan keuntungan yang besar. Berikut peluang bisnis bermodal olahan ikan yang bisa kamu coba.

1. Olahan Tahu Berbahan Dasar Tuna

Ilustrasi tahu tuna. Foto: kaskus

Tahu merupakan makanan ringan yang sangat akrab dengan lidah orang Indonesia. Selain kandungan proteinnya tinggi, tahu juga banyak dikonsumsi karena harganya yang murah.

Namun sekarang ini banyak penjual yang mensiasati olahan tahu ditambah dengan isian yang beraneka ragam. Hasilnya harga jual akan tinggi dan peminat menjadi lebih banyak. Hal ini ternyata juga dilakukan oleh pengusaha asal Pacitan, yang menambah adonan tuna ke dalam isian tahu.

Sri Sumiati pemilik usaha Olahan Tuna Pak Ran memulai bisnis ini dengan membeli tahu putih dari pabrik yang harganya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Kemudian tahu tersebut ia goreng dan di dalamnya diberi isi adonan tuna. Setiap harinya Sri membutuhkan 1 kuintal tuna sebagai isian.

Produk yang ia buat beraneka macam, mulai dari bakso ikan tuna, pepes tuna, tuna bakar serta tahu tuna. Dari kesemua produknya, tahu tuna yang paling aris dipasaran. Setiap hari Sri menghasilkan tahu tuna sebanyak 1.500 bungkus Tiap bungkusnya berisi 10 buah tahu tuna yang siap makan. Alhasil, dalam satu bulan Sri mampu memproduksi 45.000 bungkus. Ia menjual satu bungkus tahu tuna seharga Rp 4.500 hingga Rp 5.000. Dari jualan tahu isi tuna ini, saban bulan Sri pun mampu menangguk omzet antara Rp 200 juta hingga Rp 230 juta.

2. Olahan Makanan dari Ikan Patek

Aang Permana. Foto: crispyikan.com

Bisnis ini dijalani oleh Aang Permana, sarjana Manajemen Sumber daya Perikanan asal Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia memulai usaha ikan patek hanya bermodal ratusan ribu rupiah. Awalnya ia memanfaatkan banyaknya ikan patek di Waduk Cirata yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kemudian ikn patek yang ia dapatkan diolah menjadi makanan renyah. Binis Crispy Ikan Sipatek ternyata memberi hasil yang memuaskan. Untungnya terus meningkat seiring meluasnya area penjualan kudapan berbahan ikan ini. Dari yang semula hanya dijajakan di toko oleh-oleh Cianjur, seiring berjalannya waktu, kudapan tersebut dijual secara online.

Bahkan, Aang sampai mendistribusikan Crispy Ikan Sipetek ini lewat agen-agen. Dari modal Rp 500 ribuan, Aang bisa dapat omzet hingga Rp 500 juta tiap bulan.

3. Kreasi Aksesoris dari Sisik Ikan

ilustrasi aksesoris dari sisik ikan. Foto: kerajinanprakarya

Limbah ikan kakap ternyata bisa disulap menjadi aksesori dan pernak-pernik nan cantik dan diminati pasar hingga mancanegara. Dengan sentuhan kreativitas, Theodora menciptakan gelang, bros, anting, bunga dan juga hiasan foto yang semuanya berbahan baku sisik ikan kakap. Dari hasil olahan sisik ikan itu, Ia mampu mendulang omzet hingga Rp 10 juta per bulan.

Lulusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan di Universitas Pattimura ini mengolah sisik beragam ikan kakap, baik ikan kakap berwarna merah, hijau, merah muda, kuning maupun sisik ikan kakap warna putih. Setelah terkumpul, sisik tersebut dirangkai menjadi satu sehingga bisa membentuk salah satu jenis aksesori atau pernak-pernik.

Setelah selesai, Theodora menjualnya dengan harga beragam, tergantung bentuk aksesori yang dia produksi. Harga termurah, Rp 25.000 per unit. Tapi ada juga yang dijual Rp 300.000 per unit.

Nah kalau kamu mau mencoba olahan yang satu ini?