Konten dari Pengguna

Apa Arti Autis? Ini Jenis-jenis, dan Gejala Umumnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak autis. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak autis. Foto: Freepik

Autisme merupakan kondisi perkembangan yang memiliki ciri khas dalam rentang spektrum yang luas. Kondisi ini memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain, merespons rangsangan sensorik, serta berbagai pola perilaku.

Dalam masyarakat, pemahaman tentang autisme telah berkembang seiring waktu, namun masih banyak mispersepsi yang mengelilinginya.

Mengenal Apa Arti Autis atau Autism Spectrum Disorder (ASD)

ilustrasi pita peduli autisme Foto: Shutterstock

Autis atau ASD adalah istilah umum yang merujuk pada spektrum gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial seseorang. Setiap individu dengan ASD memiliki kombinasi unik dari gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Tidak ada dua kasus autisme yang sama persis.

Diagnosis autisme umumnya melibatkan evaluasi yang meliputi pengamatan perilaku dan perkembangan anak oleh ahli medis dan psikolog.

Penting untuk mendeteksi autisme sedini mungkin untuk memulai intervensi yang sesuai. Intervensi terapi perilaku dan pengembangan keterampilan sosial dapat membantu individu dengan ASD mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca juga: Anak Autis Lihat Ilusi Optik Ini dengan Cara Berbeda, Seperti Apa?

Jenis-jenis Autis

Ilustrasi autisme pada anak. Foto: Thinkstock

Ada beberapa jenis atau kategori di dalam spektrum autisme yang dapat membantu dalam memahami variasi gejala dan tingkat keparahan.

Meski setiap individu dengan autisme unik, kategori ini bisa memberikan gambaran umum mengenai beragamnya gejala yang mungkin muncul. Berikut adalah beberapa jenis autisme yang umum dikenal:

1. Autisme Klasik (Autistic Disorder)

Dulu dikenal sebagai autisme infantil atau autisme klasik, jenis ini merupakan bentuk yang paling umum dikenal dalam spektrum autisme. Pada autis klasik, gejala biasanya terlihat sejak usia dini, antara 1-2 tahun.

Gejalanya meliputi kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi yang terbatas, minat yang terfokus pada rutinitas atau aktivitas tertentu, serta respons yang berbeda terhadap rangsangan sensorik.

2. Gangguan Asperger

Sebelumnya dianggap sebagai diagnosis terpisah dari autisme, namun sekarang masuk dalam spektrum autisme sebagai "tingkat fungsional tinggi." Individu dengan sindrom Asperger mungkin memiliki kemampuan verbal yang baik dan pengetahuan yang mendalam di bidang minat khusus mereka. Namun, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam memahami ekspresi sosial, intonasi suara, dan bahasa tubuh.

3. Gangguan Desintegratif Anak

Jenis autisme ini jarang terjadi dan umumnya terlihat ketika anak telah mengalami perkembangan normal selama dua tahun pertama kehidupannya, kemudian mengalami penurunan tajam dalam keterampilan sosial, komunikasi, dan keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya.

Gejala Umum Autis

Gejala autisme dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, namun ada beberapa gejala umum yang sering terkait dengan spektrum autisme. Memahami gejala ini dapat membantu dalam mengenali tanda-tanda potensial autisme pada seseorang. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering terkait dengan autisme:

1. Kesulitan dalam Interaksi Sosial

  • Keterbatasan dalam Berkomunikasi Nonverbal: Kesulitan dalam menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah, atau gerakan tubuh untuk berkomunikasi.

  • Keterbatasan dalam Hubungan Sosial: Kesulitan dalam membangun atau mempertahankan hubungan sosial yang sehat dan alami. Mungkin terlihat kurang tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain.

2. Keterbatasan dalam Komunikasi

  • Keterlambatan atau Kesulitan Berbicara: Anak-anak dengan autisme mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara atau mengalami kesulitan dalam berbicara secara lancar.

  • Keterbatasan dalam Memahami Bahasa Non-Literal: Kesulitan memahami istilah non-literal seperti humor, metafora, atau bahasa yang tidak literal.

3. Minat atau Perilaku yang Terfokus

  • Minat Khusus yang Intens: Fokus yang kuat pada topik atau kegiatan tertentu, seringkali dengan tingkat pengetahuan yang sangat mendalam di bidang minat tersebut.

  • Rutinitas atau Keterikatan pada Pola Tetap: Keterikatan yang kuat pada rutinitas atau pola tertentu, di mana perubahan atau gangguan pada rutinitas dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau stres.

4. Sensitivitas terhadap Rangsangan Sensorik

  • Hipersensitivitas atau Hiposensitivitas Sensorik: Respon yang berlebihan atau kurang terhadap rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, atau tekstur tertentu. Ini bisa berupa reaksi yang kuat atau tidak sensitif sama sekali terhadap rangsangan tersebut.

5. Perilaku Repetitif

  • Gerakan atau Perilaku Berulang: Melakukan gerakan atau perilaku yang berulang, seperti mengayun-ayunkan tubuh, menggeleng-gelengkan kepala, atau melakukan ritual tertentu secara berulang.

(APS)