Apa Arti PMS? Ini Penjelasan, Gejala dan Cara Menanganinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang wanita, kamu harus tahu apa arti PMS, sebab ini merupakan sindrom yang selalu dialami wanita menjelang menstruasi.
PMS sendiri merupakan singkatan dari Premenstrual Syndrome. Sebagian wanita ada yang mengalami pms ringan, sebagian lainnya ada yang kesakitan hingga butuh bantuan dokter. Simak lebih lanjut informasi tentang PMS di bawah ini.
Memahami Apa Itu PMS
PMS adalah kombinasi gejala fisik dan emosional yang dialami banyak wanita setelah ovulasi dan sebelum dimulainya periode menstruasi.
PMS terjadi pada hari-hari setelah ovulasi karena kadar estrogen dan progesteron mulai turun drastis pada perempuan yang tidak hamil.
Gejala PMS hilang dalam beberapa hari setelah perempuan akhirnya menstruasi, karena kadar hormon estrogen dan progesteron mulai meningkat lagi.
Beberapa wanita mengalami menstruasi tanpa tanda-tanda PMS atau hanya gejala yang sangat ringan. Tapi sebagian yang lain mengalami gejala PMS yang sangat parah sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Gejala PMS yang parah mungkin merupakan tanda gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD).
PMS akan hilang saat perempuan tidak lagi mendapatkan menstruasi, seperti setelah menopause. Setelah hamil, PMS mungkin akan kembali, tetapi gejala PMS-nya mungkin akan berbeda dengan gejala sebelum hamil.
Gejala PMS
Berikut beberapa gejala potensial PMS, tetapi kebanyakan wanita hanya mengalami beberapa gejala ini, tidak mengalami semua gejalanya sekaligus.
Adapun gejala emosional yang mungkin terjadi adalah:
Tegang atau mengalami kecemasan
Suasana hati tertekan atau stres
Mudah menangis
Terjadi perubahan mood dan mudah marah
Perubahan nafsu makan dan mengidam makanan
Sulit tidur (insomnia)
Menarik diri dari kegiatan sosial
Konsentrasi buruk
Perubahan libido
Sementara gejala fisik yang mungkin terjadi saat PMS adalah:
Nyeri sendi atau otot
Sakit kepala
Kelelahan
Pertambahan berat badan berhubungan dengan retensi cairan
Perut kembung
Payudara terasa lembut
Jerawat kambuh
Sembelit atau diare
Intoleransi alkohol
Gejala PMS di atas umumnya hilang dalam waktu empat hari setelah menstruasi. Tetapi pada penderita dysphoric pramenstruasi (PMDD), mungkin akan mengalami perbedaan.
Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD) memiliki gejala yang mirip dengan PMS, tetapi jauh lebih intens dan dapat memiliki dampak negatif. Gejalanya meliputi:
Gejala fisik seperti kram, sakit kepala dan nyeri sendi dan otot.
Gejala perilaku seperti makan banyak dan masalah tidur.
Gejala mental dan emosional, seperti merasa sangat cemas, marah, depresi atau, dalam beberapa kasus, bahkan ingin bunuh diri.
Cara Mengatasi PMS dan PMDD
Jika kamu mengalami gejala PMDD, segera hubungi dokter untuk meminta penanganan lebih lanjut. Namun, jika kamu mengalami gejala PMS, kamu bisa lakukan hal berikut.
Melakukan olahraga secara teratur.
Makan makanan yang sehat dan seimbang.
Tidur yang cukup, disarankan 7 hingga 8 jam
Coba kurangi stres dengan melakukan yoga atau meditasi.
Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri.
Catat gejala yang kamu alami setidaknya selama 2 hingga 3 siklus menstruasi, kemudian konsultasikan dengan dokter.
Nah, itulah penjelasan seputar PMS. Semoga jadi lebih paham dan makin peduli dengan siklus menstruasi, ya, Ladies!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Kenapa PMS terjadi?

Kenapa PMS terjadi?
PMS terjadi pada hari-hari setelah ovulasi karena kadar estrogen dan progesteron mulai turun drastis pada perempuan yang tidak hamil.
Kapan gejala PMS hilang?

Kapan gejala PMS hilang?
Gejala PMS di atas umumnya hilang dalam waktu empat hari setelah menstruasi.
Bagaimana cara menangani PMS?

Bagaimana cara menangani PMS?
Melakukan olahraga secara teratur. Makan makanan yang sehat dan seimbang. Tidur yang cukup, disarankan 7 hingga 8 jam Coba kurangi stres dengan melakukan yoga atau meditasi. Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri. Catat gejala yang kamu alami setidaknya selama 2 hingga 3 siklus menstruasi, kemudian konsultasikan dengan dokter.
