Konten dari Pengguna

Apa Arti PMS? Ini Penjelasan, Gejala dan Cara Menanganinya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Arti PMS. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa Arti PMS. Foto: Unsplash

Sebagai seorang wanita, kamu harus tahu apa arti PMS, sebab ini merupakan sindrom yang selalu dialami wanita menjelang menstruasi.

PMS sendiri merupakan singkatan dari Premenstrual Syndrome. Sebagian wanita ada yang mengalami pms ringan, sebagian lainnya ada yang kesakitan hingga butuh bantuan dokter. Simak lebih lanjut informasi tentang PMS di bawah ini.

Memahami Apa Itu PMS

Apa Arti PMS. Foto: Unsplash

PMS adalah kombinasi gejala fisik dan emosional yang dialami banyak wanita setelah ovulasi dan sebelum dimulainya periode menstruasi.

PMS terjadi pada hari-hari setelah ovulasi karena kadar estrogen dan progesteron mulai turun drastis pada perempuan yang tidak hamil.

Gejala PMS hilang dalam beberapa hari setelah perempuan akhirnya menstruasi, karena kadar hormon estrogen dan progesteron mulai meningkat lagi.

Beberapa wanita mengalami menstruasi tanpa tanda-tanda PMS atau hanya gejala yang sangat ringan. Tapi sebagian yang lain mengalami gejala PMS yang sangat parah sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Gejala PMS yang parah mungkin merupakan tanda gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD).

PMS akan hilang saat perempuan tidak lagi mendapatkan menstruasi, seperti setelah menopause. Setelah hamil, PMS mungkin akan kembali, tetapi gejala PMS-nya mungkin akan berbeda dengan gejala sebelum hamil.

Gejala PMS

Gejala PMS. Foto: Shutterstock

Berikut beberapa gejala potensial PMS, tetapi kebanyakan wanita hanya mengalami beberapa gejala ini, tidak mengalami semua gejalanya sekaligus.

Adapun gejala emosional yang mungkin terjadi adalah:

  • Tegang atau mengalami kecemasan

  • Suasana hati tertekan atau stres

  • Mudah menangis

  • Terjadi perubahan mood dan mudah marah

  • Perubahan nafsu makan dan mengidam makanan

  • Sulit tidur (insomnia)

  • Menarik diri dari kegiatan sosial

  • Konsentrasi buruk

  • Perubahan libido

Sementara gejala fisik yang mungkin terjadi saat PMS adalah:

  • Nyeri sendi atau otot

  • Sakit kepala

  • Kelelahan

  • Pertambahan berat badan berhubungan dengan retensi cairan

  • Perut kembung

  • Payudara terasa lembut

  • Jerawat kambuh

  • Sembelit atau diare

  • Intoleransi alkohol

Gejala PMS di atas umumnya hilang dalam waktu empat hari setelah menstruasi. Tetapi pada penderita dysphoric pramenstruasi (PMDD), mungkin akan mengalami perbedaan.

Gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD) memiliki gejala yang mirip dengan PMS, tetapi jauh lebih intens dan dapat memiliki dampak negatif. Gejalanya meliputi:

  • Gejala fisik seperti kram, sakit kepala dan nyeri sendi dan otot.

  • Gejala perilaku seperti makan banyak dan masalah tidur.

  • Gejala mental dan emosional, seperti merasa sangat cemas, marah, depresi atau, dalam beberapa kasus, bahkan ingin bunuh diri.

Cara Mengatasi PMS dan PMDD

Cara Mengatasi PMS dan PMDD. Foto: Shutterstock

Jika kamu mengalami gejala PMDD, segera hubungi dokter untuk meminta penanganan lebih lanjut. Namun, jika kamu mengalami gejala PMS, kamu bisa lakukan hal berikut.

  • Melakukan olahraga secara teratur.

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang.

  • Tidur yang cukup, disarankan 7 hingga 8 jam

  • Coba kurangi stres dengan melakukan yoga atau meditasi.

  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri.

  • Catat gejala yang kamu alami setidaknya selama 2 hingga 3 siklus menstruasi, kemudian konsultasikan dengan dokter.

Nah, itulah penjelasan seputar PMS. Semoga jadi lebih paham dan makin peduli dengan siklus menstruasi, ya, Ladies!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Kenapa PMS terjadi?

chevron-down

PMS terjadi pada hari-hari setelah ovulasi karena kadar estrogen dan progesteron mulai turun drastis pada perempuan yang tidak hamil.

Kapan gejala PMS hilang?

chevron-down

Gejala PMS di atas umumnya hilang dalam waktu empat hari setelah menstruasi.

Bagaimana cara menangani PMS?

chevron-down

Melakukan olahraga secara teratur. Makan makanan yang sehat dan seimbang. Tidur yang cukup, disarankan 7 hingga 8 jam Coba kurangi stres dengan melakukan yoga atau meditasi. Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri. Catat gejala yang kamu alami setidaknya selama 2 hingga 3 siklus menstruasi, kemudian konsultasikan dengan dokter.