Apa Itu Catcalling, Contoh, dan Cara Menghadapinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Catcalling menjadi salah satu istilah yang kerap digunakan di media sosial. Hal ini membuat banyak orang bertanya tentang apa itu catcalling dan contohnya dalam keseharian.
Sebab, kejadian ini sangat meresahkan dan memberikan dampak buruk. Maka dari itu, apabila menghadapi hal tersebut, perlunya mengetahui cara menghadapinya, terutama saat berada di ruang publik, terutama bagi perempuan.
Apa Itu Catcalling dan Contohnya?
Istilah catcalling berasal dari bahasa Inggris ‘cat’ yang artinya kucing dan ‘calling’ bermakna memanggil. Istilah tersebut cat merupakan slang di abad ke-17 yang populer di Amerika Serikat yang merujuk pada perempuan dan ‘calling’ digunakan untuk menyatakan ejekan.
Singkatnya, catcalling memiliki arti komentar atau ejekan kepada perempuan yang bersifat tidak senonoh atau merendahkan.
Apa itu cat calling? Dikutip dari jurnal Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta, Angeline Hidayat dan Yugih Setyanto (2019), cat calling adalah penggunaan kata-kata yang tidak senonoh, ekspresi secara verbal dan juga ekspresi non-verbal yang kejadiannya terjadi di tempat publik.
Catcalling sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni catcalling verbal dan non verbal. Berikut penjelasannya.
Catcalling verbal adalah bentuk pelecehan yang dilakukan melalui siulan atau komentar mengenai penampilan dari seorang wanita.
Catcalling secara non verbal merupakan bentuk pelecehan yang dilakukan lewat gestur fisik yang bertindak untuk memberikan penilaian terhadap penampilan seorang wanita.
Cara Menghadapi Catcalling
Sebagai bentuk pelecehan yang meresahkan dan berdampak buruk, perlunya mengetahui cara menghadapinya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, yakni:
1. Tenang dan Fokus pada Keamanan Sendiri
Saat menghadapi catcalling, usahakan tetap tenang dan fokus pada keamanan sendiri. Maka dari itu, sebisa mungkin untuk menghindari atau jauhi situasi ini untuk terhindar dari risiko terkena luka fisik atau konfrontasi.
2. Hindari Konfrontasi Langsung
Menerima catcalling bisa membuat seseorang terganggu hingga marah. Namun, bijaklah sebelum bertindak. Sebab, jika amarah sudah tak dapat ditahan dan terjadi konfrontasi langsung, maka akan berdampak buruk pada diri sendiri.
Sehingga, tenangkan diri dan pergi ke tempat yang ramai. Jika masih memungkinkan, minta bantuan dari orang-orang sekitar.
3. Laporkan Kejadian
Jika diri sudah merasa nyaman, laporkan pelaku catcalling ke pihak berwenang. Sebab, perilaku catcalling dapat dipidana berdasarkan UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi pasal 34-35.
Pelaku bisa mendapat hukuman kurungan penjara dan/atau denda yang besar. Selain itu juga melaporkan pelaku catcalling membantu dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca Juga: Pengertian Optimal Loading pada Keseleo yang Perlu Dipahami Masyarakat
Itulah penjelasan tentang apa itu catcalling dan contohnya lengkap dengan cara menghadapinya. Sehingga ketika menemui kejadian tersebut dapat menanganinya secara baik tanpa terjadi hal yang tidak diinginkan. (MZM)
