Apa Itu Khiyar Syarat dalam Kegiatan Jual Beli Islam?

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama Islam secara terperinci mengatur umatnya dalam segala aktivitas, termasuk dalam kegiatan jual beli. Dalam jual beli Islam, terdapat sebuah istilah yang bernama khiyar syarat. Sebenarnya, apa itu khiyar syarat?
Khiyar yang satu ini cukup sering digunakan dalam kegiatan jual beli. Terlebih lagi, transaksi dengan khiyar menguntungkan pembeli namun tidak merugikan penjualnya apabila dilakukan secara benar dan jujur.
Apa Itu Khiyar Syarat dalam Islam?
Khiyar berasal dari kata khair yang artinya baik. Secara bahasa, Khiyar arti memilih, menyisihkan atau menyaring. Singkatnya, khiyar secara bahasa berarti memilih dan menentukan sesuatu yang terbaik dari dua hal (atau lebih) untuk dijadikan pegangan dan pilihan.
Sedangkan menurut istilah, khiyar adalah hak yang dimiliki seseorang yang melakukan perjanjian usaha (jual-beli) untuk menentukan pilihan antara meneruskan.
Khiyar sendiri terdiri dari tiga macam, yakni khiyar majlis, khiyar aib, dan khiyar syarat. Apa itu khiyar syarat dalam kegiatan jual beli? Berikut penjelasannya beserta khiyar lainnya.
1. Khiyar Majlis
Khiyar majlis adalah kebebasan untuk memilih bagi pihak penjual dan pembeli untuk melangsungkan jual beli atau membatalkannya selama masih berada ditempat jual beli.
Apabila kedua belah pihak telah terpisah dari majlis maka hilanglah hak khiyar sehingga perubahan dalam jual beli itu tidak bisa dilakukan lagi.
2. Khiyar Aib
Khiyar ‘aib adalah hak untuk memilih antara membatalkan atau meneruskan akad jual beli apabila ditemukan kecacatan (aib) pada objek (barang) yang diperjualbelikan, sedang pembeli tidak mengetahui adanya kecacatan pada saat akad berlangsung.
3. Khiyar Syarat
Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, khiyar syarat adalah khiyar yang dijadikan syarat pada waktu akad jual beli, artinya pembeli atau penjual memilih antara meneruskan atau membatalkan transaksi sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Setelah hari yang ditentukan itu tiba, maka jual beli itu harus dipastikan apakah dilanjutkan atau tidak.
Dalil dari khiyar syarat berasal dari hadis dari Ibnu Umar, Nabi Muhammad saw bersabda,
“Sesungguhnya penjual dan pembeli memiliki khiyar dalam jual beli keduanya selama belum berpisah atau (bila) jual beli tersebut ada khiyar padanya.” (HR. Bukhari no. 2107).
Selain itu, dalam sebuah hadis dari Hakim bin Hizam, Nabi Muhammad saw. bersabda,
“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.” (HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532).
Baca Juga: Pengertian Riba, Hukumnya dalam Islam, dan Jenis-jenisnya
Itulah jawaban dari "apa itu khiyar syarat?". Adanya khiyar syarat, membuat pembeli dapat menentukan terjadinya jual beli setelah waktu yang disepakati. Jadi, pembeli bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan tetap harus jujur dan tidak berbelit-belit agar tidak merugikan salah satu pihak.(MZM)
