Konten dari Pengguna

Apa Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi? Ini Penjelasannya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Jelaskan Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi. Foto: Pexels

Puisi merupakan salah satu karya sastra lama yang masih eksis hingga saat ini. Puisi lama berkaitan dengan bait dan baris.

Namun, seiring berkembangnya zaman, puisi baru tidak lagi begitu terikat dengan aturan, seperti jumlah suku kata, jumlah bait, baris dan lainnya.

Meski begitu, penting untuk tetap memahami tentang pengertian bait dan baris dalam puisi. Jadi, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Definisi Bait dan Baris dalam Puisi

Definisi Bait dan Baris dalam Puisi. Foto: Pexels

Menurut Sugono dalam Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan (2003), pengertian puisi adalah jenis sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu mempertajam kesadaran orang akan suatu pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat bunyi, irama, dan makna khusus.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, puisi terdiri dari bait dan baris. Pengertian bait dalam puisi adalah suatu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa baris.

Sedangkan baris dalam puisi merupakan satu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa kata. Jumlah suku kata dalam setiap baris di antara delapan hingga sepuluh.

Baca Juga: Pengertian Pantun dan Unsurnya

Jumlah Bait dan Baris dalam Puisi

Jumlah Bait dan Baris dalam Puisi. Foto: Unsplash

Menurut Eko Sugiarto dalam buku Mahir Menulis Pantun dan Puisi: Panduan bagi Pelajar (2014: 34), jumlah bait tiap baris dalam puisi dikelompokkan menjadi tujuh bagian, yakni:

  1. Distikon, puisi yang terdiri atas 2 baris dalam satu bait (2 baris seuntai).

  2. Terzina, puisi yang terdiri atas 3 baris dalam satu bait (3 baris seuntai).

  3. Kuatren, puisi yang terdiri atas 4 baris dalam satu bait (4 baris seuntai).

  4. Kuin, puisi yang terdiri atas 5 baris dalam satu bait (5 baris seuntai).

  5. Sekstet, puisi yang terdiri atas 6 baris dalam satu bait (6 baris seuntai).

  6. Septima, puisi yang terdiri atas 7 baris dalam satu bait (7 baris seuntai).

  7. Oktaf/dobel kuatren/stanza, puisi yang terdiri atas 8 baris dalam satu bait (8 baris seuntai).

Contoh Bait dan Baris dalam Puisi

Contoh Bait dan Baris dalam Puisi. Foto: Pexels

Berikut contoh bait dan baris dalam puisi. Simak terlebih dahulu puisi karya Aan Mansyur berjudul Batas di bawah ini.

Semua perihal diciptakan sebagai batas

Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain

Hari ini, membelah membatasi besok dan kemarin

Besok batas hari ini dan lusa

Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota

Bilik penjara dan kantor wali kota

Juga rumahku dan seluruh tempat di mana pernah ada kita

Bandara dan udara memisahkan New york dan Jakarta

Resah di dada mu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata

Begitu pula rindu,

antara pulau dan seorang petualang yang gila

seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya

Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidakwarasan

Persis segelas kopi tanpa gula

Pejamkan mimpi dari tidur

Apa kabar hari ini?

Lihat tanda tanya itu

Jurang antara kebodahan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.

Puisi di atas terdiri dari 5 bait dan 19 baris. Contoh bait dalam puisi di atas adalah:

Semua perihal diciptakan sebagai batas

Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain

Hari ini, membelah membatasi besok dan kemarin

Besok batas hari ini dan lusa

Adapun contoh baris adalah "Semua perihal diciptakan sebagai batas". Itulah perbedaan bait dan baris.

(DEL)