Arti Doa Iftitah dan Keutamaannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa iftitah selalu dibaca setiap salat, tapi tidak banyak yang betul-betul memahami arti doa iftitah. Sebenarnya, doa iftitah dalam salah bukan bacaan wajib, tapi keutamaannya sangat besar jika dibaca.
Doa iftitah dibaca setelah takbir dan sebelum surat Al Fatihah. Ada banyak jenis doa iftitah, tapi yang paling umum adalah Allahu akbar kabiiro. Berikut penjelasan selengkapnya.
Bacaan Doa Iftitah dan Artinya
Berikut bacaan doa iftitah dan artinya:
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim." (HR. Muslim, No. 185)
Baca Juga: Arti Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Doa Memohon Kemudahan atas Segala Urusan
Keutamaan Membaca Doa Iftitah
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hukum membaca doa iftitah tidak wajib, melainkan sunnah. Hal tersebut sesuai penjelasan dari Abu Hurairah berikut ini:
"Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu?' Rasulullah berkata… (beliau menyebutkan doa iftiftah)" (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Baca Juga: Pengertian Salat, Dasar Hukum, dan Keutamaannya
Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Bukhari, dari Ibnu Umar ra, dia berkata:
"Ketika kami salat bersama Rasulullah saw, tiba-tiba seseorang mengucapkan Allaahu akbaru kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan waashiilaa.
Selesai salat, Rasulullah saw bertanya, 'Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?' Seorang sahabat menjawab, 'Saya wahai Rasulullah.'
Kemudian Rasulullah saw bersabda, 'Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu'.
Kata Ibnu Umar, 'Maka aku tidak pernah meninggalkannya (membaca doa iftitah) semenjak aku mendengar Rasulullah saw mengucapkan hal itu'." (HR. Bukhari)
Dari dua hadits di atas dapat disimpulkan bahwa membaca doa iftitah adalah sunah yang memiliki keutamaan besar, yakni membuka pintu-pintu langit.
Itulah penjelasan mengenai doa iftitah. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Kapan doa iftitah dibaca?

Kapan doa iftitah dibaca?
Doa iftitah dibaca setelah takbir dan sebelum surat Al Fatihah.
Apa hukum membaca doa iftitah?

Apa hukum membaca doa iftitah?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hukum membaca doa iftitah tidak wajib, melainkan sunnah.
Apa keutamaan membaca doa iftitah?

Apa keutamaan membaca doa iftitah?
Dari dua hadits di atas dapat disimpulkan bahwa membaca doa iftitah adalah sunnah yang memiliki keutamaan besar, yakni membuka pintu-pintu langit.
