Arti Fetish, Gejala, dan Cara Menanganinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah mendengar istilah fetish? Istilah ini menjadi populer sejak maraknya kasus fetish mencuat di media sosial. Tapi apa sebenarnya arti fetish?
Istilah "fetisisme" berasal dari bahasa Portugis, yakni feitico yang berarti "daya tarik obsesif". Hanya melalui penggunaan objek, atau fokus pada bagian tubuh tertentu, seseorang dapat memperoleh kepuasan seksual. Simak penjelasan selengkapnya mengenai fetish di bawah ini.
Apa Itu Fetish?
Mengutip dari WebMD, fetish adalah gairah seksual yang merespons objek atau bagian tubuh yang biasanya tidak bersifat seksual.
Banyak orang dengan fetish harus memiliki objek ketertarikan mereka atau berfantasi akan objek tersebut untuk terangsang secara seksual, mendapatkan ereksi, dan mengalami orgasme.
Psychology Today menjelaskan bahwa terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa hampir semua hal bisa menjadi objek fetish.
Fetish tubuh yang paling umum adalah kaki, tangan, rambut, obesitas, tato, dan tindikan. Sementara objek lainnya yang sering jadi fetish adalah sepatu, sarung tangan, pakaian dalam kotor, rok, sarung tangan, hingga memakai popok.
Fetish terjadi pada banyak individu dan biasanya berkembang secara normal. Namun, ada pula fetishistic disorder, yakni diagnosis yang diberikan pada seseorang dengan gangguan fetish yang mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi penting lainnya dalam kehidupan.
Fetishistic disorder juga mencakup orang yang tidak bisa berhubungan seksual tanpa objek yang dijadikan fetish. Masih mengutip dari Psychology Today, fetishistic disorder lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
Baca Juga: 12 Jenis Kelainan Seksual, Begini Penjelasannya
Gejala Fetishtic Disorder
Dalam banyak kasus, seseorang dengan fetishistic disorder hanya dapat terangsang secara seksual dan mencapai orgasme ketika fetishnya digunakan.
Mereka seringkali merasa sangat malu atau tertekan karena ketidakmampuan mereka untuk terangsang menggunakan rangsangan yang umum.
Adapun kriteria diagnostik untuk fetishistic disorder menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders adalah sebagai berikut.
Selama periode setidaknya enam bulan, orang tersebut memiliki fantasi, dorongan, atau perilaku yang merangsang secara seksual, berulang, dan melibatkan benda mati (seperti pakaian dalam wanita dan sepatu) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh nongenital.
Fantasi, dorongan seksual, atau perilakunya menyebabkan penderitaan yang signifikan atau mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, dan pribadi.
Objek fetish bukanlah barang pakaian yang digunakan dalam cross-dressing dan tidak dirancang untuk stimulasi genital, seperti vibrator.
Cara Menangani Fetish
Fetish dalam banyak kasus merupakan hal biasa dan tidak berbahaya. Menurut definisi DSM, fetish hanya boleh diperlakukan sebagai "gangguan" jika menyebabkan penderitaan atau mengganggu kehidupan sehari-hari.
Terdapat sejumlah perawatan berbasis terapi dan pengobatan yang dapat membantu mengendalikan gejala fetishistic disorder. Terapi ini biasanya mengobati gejala, seperti kecemasan, rasa malu, masalah hubungan. Hasil utama dari berbagai terapi adalah untuk membantu pasien mengatasi lebih baik.
Fetishistic disorder cenderung berfluktuasi dalam intensitas dan frekuensi dorongan atau perilaku selama hidup seseorang. Akibatnya, pengobatan yang efektif biasanya bersifat jangka panjang.
Nah, itulah penjelasan mengenai fetish. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa objek fetish yang paling umum?

Apa objek fetish yang paling umum?
Fetish tubuh yang paling umum adalah kaki, tangan, rambut, obesitas, tato, dan tindikan.
Bagaimana cara mengatasi fetish?

Bagaimana cara mengatasi fetish?
Terdapat sejumlah perawatan berbasis terapi dan pengobatan yang dapat membantu mengendalikan gejala fetishistic disorder.
Apa gejala fetishtic disorder?

Apa gejala fetishtic disorder?
Selama periode setidaknya enam bulan, orang tersebut memiliki fantasi, dorongan, atau perilaku yang merangsang secara seksual, berulang, dan melibatkan benda mati (seperti pakaian dalam wanita dan sepatu) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh nongenital.
