Arti Impulsif dan Tanda-tandanya pada Orang Dewasa dan Anak-anak

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Impulsif merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang bertindak secara cepat sesuai instingnya.
Impulsif juga diibaratkan dengan sikap gegabah, labil, agresif, dan lain sebagainya. Sehingga, impulsif dianggap sebagai salah satu bentuk gangguan dalam diri manusia.
Untuk itu, perlu diketahui mengenai arti impulsif dan tanda-tanda perilaku impulsif pada orang dewasa dan anak-anak. Yuk, disimak penjelasan selengkapnya di sini.
Memahami Arti Impulsif
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti impulsif adalah bersifat cepat, bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Sehingga orang dengan impulsif bisa bersikap tiba-tiba di luar rencana, hal tersebut tanpa didasari alasan yang jelas.
Impulsif juga dapat diartikan sebagai suatu sikap, di mana seseorang melakukan suatu tindakan tanpa berpikir panjang. Orang yang impulsif cenderung tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan.
Pada umumnya, perilaku impulsif dialami oleh anak-anak karena mereka belum mengetahui bagaimana cara mengungkapkan dan meredam emosi dengan tepat. Meski begitu, impulsif juga bisa terjadi pada orang dewasa. Jika impulsif pada orang dewasa itu sering terjadi dan sulit dikendalikan, maka disebut sebagai gangguan psikologis.
Baca Juga: Mengenal Belanja Impulsif dan Kompulsif, Cari Tahu Perbedaan Keduanya
Tanda-tanda Perilaku Impulsif
Mengutip laman Health Line, tanda-tanda impulsif pada orang dewasa dan anak-anak berbeda, untuk mengetahuinya simak penjelasannya berikut ini.
1. Tanda Perilaku Impulsif pada Orang Dewasa
Merusak benda di sekitar, mereka akan menghancurkan atau merusak benda milik dirinya sendiri atau orang lain ketika marah.
Berlebihan memandang masalah, mereka cenderug membuat masalah kecil menjadi dibesar-besarkan. Mereka suka membuat suatu hal yang tidak begitu pentung menjadi mendesak tanpa memperdulikan orang lain.
Sulit mengontrol emosi, mereka cenderung meledak-ledak ketika merasa emosi dan kehilangan ketenangan tanpa alasan yang jelas dan pantas.
Oversharing, mereka kerap berbicara tanpa berpikir dan menceritakan berbagai rahasia yang tidak seharusnya diceritakan kepada orang lain.
Melakukan kekerasan fisik, orang bersifat impulsif akan secara tiba-tiba melukai orang lain tanpa ada alasan, atau karena masalah yang kecil.
Menyakiti diri sendiri, ketika merasa emosi, mereka akan melampiaskan kemarahan, kesedihan, atau kekecewaannya dengan menyakiti diri sendiri.
Memanjakan diri secara berlebihan, orang yang berprilaku impulsif akan memanjakan dirinya secara berlebihan dengan cara membeli banyak makanan, berbelanja, hingga berjudi. Pada intinya, mereka aan menghambur-hamburkan uang.
2. Tanda Impulsif pada Anak-Anak
Mengabaikan sesuatu yang berbahaya, anak-anak dengan impulsif akan mengabaikan sesuatu yang berbahaya di sekitarnya. Misalnya, mereka akan melompat ke kolam renang tanpa bisa berenang.
Menyela, anak-anak impulsif cenderung suka menyela percakapan orang lain.
Bermain fisik, mereka bisa saja mendorong anak lain atau melemparkan sesuatu ketika merasa kesal atau marah.
Suka merebut, anak dengan perilaku impulsif akan mengambil apa saja yang mereka inginkan tanpa meminta atau menunggu giliran mereka.
Berteriak, sikap impulsif akan membuat anak suka berteriak, dan berteriak semakin keras ketika merasa kesal.
(SNS)
Frequently Asked Question Section
Apa tanda impulsif pada orang dewasa?

Apa tanda impulsif pada orang dewasa?
Merusak benda sekitar, berlebihan memandang masalah, sulit mengontrol emosi, oversharing, melakukan kekerasan fisik, menyakiti diri sendiri, dan memanjakan diri secara berlebihan.
Apa tanda impulsif pada anak-anak?

Apa tanda impulsif pada anak-anak?
Mengabaikan sesuatu yang berbahaya, bermain fisik, suka merebut, dan berteriak.
Apa penyebab impulsif pada anak-anak?

Apa penyebab impulsif pada anak-anak?
Pada umumnya, perilaku impulsif dialami oleh anak-anak karena mereka belum mengetahui bagaimana cara mengungkapkan dan meredam emosi dengan tepat.
