Arti Kata Cuk dan Kata Makian Lainnya dalam Bahasa Jawa

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata cuk termasuk istilah yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari dan ditemukan di media sosial. Kata cuk bahkan sudah seperti kata imbuhan bagi sebagian orang.
Mungkin kamu pernah mendengar kalimat semacam, "Kita jangan ke situ, cuk!", atau "Bantuin aku, cuk". Terdengar seperti imbuhan bukan?
Namun, jangan salah sangka, kata 'cuk' dalam arti sebenarnya bukanlah imbuhan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai arti kata cuk.
Pengertian Kata Cuk
Sebenarnya tak adalah arti kata spesifik untuk 'cuk' saja. Namun, konon kata cuk merupakan singkatan dari kata jancuk, jancok, diancuk, atau diancok.
Jancuk sendiri merupakan istilah atau kata yang biasa disebut oleh orang-orang di Jawa Timur. Kemudian kata jancuk menjadi populer di media sosial dan mulai masif digunakan orang-orang.
Adapun arti kata jancuk adalah sialan, keparat, brengsek. Kata jancuk merupakan sebuah ungkapan kekecewaan atau kemarahan seseorang terhadap sesuatu.
Meski berupa kata makian, namun seiring perkembangan bahasa, kata cuk jadi berubah makna. Untuk memahami artinya, kamu harus memahami konteks kalimatnya.
Beberapa orang mengucapkan kata 'cuk' bukan untuk memaki, melainkan sebagai imbuhan saja. Biasanya, mereka juga mengatakan 'cuk' untuk orang terdekat saja.
Makanya, Sujiwo Tejo (2012) menjelaskan bahwa jancuk termasuk simbol keakraban. Simbol kehangatan. Simbol kesantaian.
Baca Juga: Arti Kamplengan, Contoh Kalimat, dan Bahasa Jawa Lainnya
Kata Kasar dalam Bahasa Jawa
Berikut beberapa kata kasar dalam bahasa Jawa selain jancuk yang mesti kamu pahami dan hindari.
Ndhasmu, artinya merujuk kepada bagian tubuh yaitu kepala. Kata ndhasmu digunakan untuk memaki lawan bicara karena berbicara tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Raimu, kata ini merujuk kepada wajah atau muka. Dengan menggunakan makian ini penutur bermaksud menyudutkan lawan bicara dengan menyinggung wajah.
Picek, artinya adalah arti buta atau mata yang mengalami gangguan. Kata ini digunakan untuk memaki lawan yang tidak dapat membedakan antara suatu hal dengan hal yang lain.
Budheg, artinya adalah tuli. Kata ini digunakan untuk memaki lawan yang tidak memberikan respon ketika dipanggil.
Gendheng, artinya gila atau kejiwaan yang mengalami gangguan. Kata ini digunakan untuk memaki lawan tutur yang bertingkah aneh dan tidak selayaknya orang normal.
Goblog, artinya adalah tidak pintar atau bodoh. Kata ini dipakai untuk memaki lawan yang kebodohannya membuat orang jengkel.
Su atau asu, artinya adalah anjing. Ketika kata ini dilontarkan ketika seseorang sangat jengkel kepada lawannya.
Damput, kata kasar yang maknanya tidak jauh berbeda dari kata jancuk. Kata ini berasal dari kata diamput yang artinya diapit dalam hal persetubuhan.
Nggateli, artinya merujuk kepada kemaluan lelaki. Ini merupakan kata makian yang jika dilontarkan kepada teman dekat mungkin tidak menjadi permasalahan.
(DEL)
