Arti Kata Plot Twist, Jenis, dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sebuah novel atau film, biasanya terdapat plot twist yang sering membuat penikmatnya tercengang. Nah, arti kata plot twist sendiri itu apa, sih?
Kata plot twist terdiri dari dua kata bahasa Inggris, yaitu plot dan twist. Plot adalah "alur cerita", sementara twist adalah "melintir" atau "berputar".
Simak penjelasan selengkapnya mengenai arti plot twist di bawah ini.
Apa Itu Plot Twist?
Plot twist merupakan istilah dalam suatu cerita, yang digunakan ketika terjadi pelintiran alur atau pemutarbalikan alur dalam sebuah cerita.
Dengan kata lain, plot twist menghadirkan alur cerita yang tidak diduga-duga. Makanya, banyak pembaca atau penonton yang senang dengan plot twist karena terdapat efek kejutan.
Plot twist selalu terjadi menjelang akhir cerita. Jadi, di awal cerita, penulis akan membangun ekspektasi pembaca/penonton, kemudian dipatahkan dengan twist di akhir cerita.
Baca Juga: Urutan Cara Menulis Novel Fiksi Ilmiah yang Tepat dan Mudah
Jenis Plot Twist yang Umum
Terdapat jenis alur plot twist yang umum ditemukan di buku maupun film, yakni sebagai berikut.
Sekutu protagonis ternyata adalah orang jahat.
Sebuah elemen cerita yang terlihat penting ternyata adalah sebuah red herring (yaitu sebuah detail yang jika dicermati lebih lanjut ternyata tidak penting).
Ketika konflik utama tampaknya telah terselesaikan, tapi kejadian-kejadian tak terduga menimbulkan satu konflik tambahan yang harus diatasi.
Ada informasi baru yang mengungkapkan bahwa cerita tersebut memiliki narator yang tidak dapat diandalkan.
Kilas balik atau potongan yang mengungkapkan informasi yang dimiliki penonton, namun tidak dimiliki oleh tokoh cerita.
Karakter baru muncul entah dari mana untuk mengubah narasi yang ada.
Contoh Plot Twists dalam Karya
Plot twist yang bagus bisa bermacam-macam bentuknya. Berikut beberapa contoh plot twist dalam sebuah karya yang bisa kamu simak agar makin paham. Penjelasan di bawah ini mengandung spoiler, ya!
Dalam Hamlet karya Shakespeare, sikap Hamlet yang biasanya masam berubah menjadi psikotik ketika dia secara tidak sengaja membunuh Polonius.
Di Goldeneye, James Bond terkejut saat mengetahui bahwa rekannya 006 adalah agen ganda yang berkonspirasi melawannya.
Dalam seri pertama A Song of Ice and Fire karya George R.R. Martin (kemudian diadaptasi menjadi serial TV blockbuster Game of Thrones), pria yang kita asumsikan akan menjadi protagonis serial tersebut—Ned Stark—dipenggal, lalu memperlihatkan bahwa anak-anaknya-lah yang menjadi protagonis sebenarnya.
Dalam The Sixth Sense, psikolog anak yang diperankan Bruce Willis menyadari bahwa anak laki-laki yang mengaku melihat orang mati hanya bisa berbicara dengannya karena psikolognya sendiri sudah meninggal.
Dalam Petualangan Huckleberry Finn, rencana Huck untuk memenangkan kebebasan Jim gagal ketika mereka bertemu dengan Tom Sawyer, yang karena melibatkan diri mengakibatkan Jim kembali ke perbudakan.
Dalam Saw, sesosok mayat muncul dan menampakkan dirinya sebagai makhluk hidup sebenarnya adalah pembunuh.
(DEL)
