Arti Korelasi, Jenis-jenis, dan Manfaat Mempelajarinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti korelasi menurut KBBI adalah hubungan timbal balik atau sebab akibat. Kata korelasi sendiri disinyalir berasal dari bahasa Inggris, yakni correlation.
Kata correlation dalam bahasa Inggris jika diterjemahkan artinya adalah menjadi koneksi atau hubungan antara dua atau lebih fakta. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai korelasi di bawah ini.
Pengertian Korelasi
Selain penjelasan mengenai korelasi di atas, korelasi juga berkaitan dengan statistik. Dalam ilmu statistik, korelasi digunakan untuk menjelaskan proses terjadi perubahan suatu nilai angka.
Selain itu, korelasi juga dimaknai sebagai metode analisis dalam statistik untuk mencari hubungan antara dua variabel secara kuantitatif atau berdasarkan angka.
Pada dasarnya, fungsi korelasi yaitu untuk melakukan standardisasi pada hasil kovarians (ukuran hubungan antara dua variabel) yang didapat.
Korelasi sederhana yaitu keterikatan antara 2 variabel, yakni variabel bebas (independent) disimbolkan "X" dan variabel terikat (dependent) disimbolkan "Y".
Tujuan korelasi sederhana adalah mengetahui hubungan kekuatan antara dua variabel yang ada. Korelasi antara ukuran baru dan ukuran yang sudah ada disebut keabsahan validitas konkuren.
Ukuran statistik analisis korelasi disebut koefisien korelasi (r). Koefisien korelasi menunjukkan sejauh mana pasangan angka untuk kedua variabel.
Baca Juga: Apa Itu Peluang dalam Matematika? Ini Jawabannya
Jenis-jenis Korelasi
Dirangkum dari Statistics Solutions, berikut beberapa jenis korelasi:
1. Korelasi Pearson
Korelasi Pearson adalah pengukuran yang bertujuan mengukur hubungan linier antara variabel X dan variabel Y. Kedua variabel meningkat dan menurun secara bersamaan secara konstan dan dapat dimodelkan dengan garis lurus.
Semakin jauh nilainya dari 0, semakin kuat hubungannya. Nilai 1 menandakan hubungan linier positif, yaitu ketika satu variabel bertambah dan variabel lainnya juga bertambah.
Sementara -1 mewakili hubungan linier negatif, yaitu ketika satu variabel menurun sementara variabel lain meningkat.
2. Korelasi Spearman
Korelasi Spearman juga memiliki nilai koefisien korelasi yang sama dengan Pearson, yakni 0, 1, dan -1. Bedanya, korelasi Spearman menggambarkan hubungan monotonik antara variabel.
Dalam hubungan monotonik, kedua variabel cenderung bergerak ke arah yang sama, namun tidak dalam laju yang konstan.
3. Korelasi Kendall
Korelasi Kendall juga berkisar antara -1 dan 1. Seperti Spearman, Kendall juga melihat hubungan monotonik antara variabel.
Hal yang membedakan dengan Spearman terletak pada pengolahan nilai rank yang diperoleh dari variabel X dan Y.
Karena didasarkan pada nilai ranking dari setiap variabel, Kendall dapat bekerja dengan data kontinu maupun data ordinal.
Manfaat Belajar Korelasi
Berikut beberapa manfaat dari mempelajari metode korelasi dalam statistik.
Bermanfaat untuk mempermudah dalam melakukan pengukuran beberapa hubungan variabel.
Bermanfaat untuk meningkatkan motivasi kerja pada produktivitas variabel.
Bermanfaat untuk mempermudah melakukan penemuan kualitas dengan menggunakan sebuah pelayanan.
Bermanfaat dalam melakukan peningkatan inflasi pada variabel-variabel tertentu.
Bermanfaat untuk melakukan proses evaluasi dan peningkatan kinerja untuk meningkatkan hasil yang dapat diraih.
(DEL)
