Arti Lafal, Aspek dan Teknik Bicara

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang ketika berbicara harus memperhatikan lafal supaya pengucapannya terdengar dengan jelas. Lantas, apa arti lafal itu?
Lafal dapat mempengaruhi makna dari sebuah kata, terutama dalam bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab dan lainnya.
Bunyi lafal berpengaruh besar terhadap kejelasan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami mengenai makna lafal. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan dalam artikel berikut ini.
Apa Arti Lafal?
Merujuk buku Bahasa Indonesia Terapan karya Sinta Diana Martaulina, lafal menjadi salah satu bagian dari aspek-aspek berbicara. Berbicara sendiri adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna, yang disampaikan kepada orang lain.
Lafal merupakan cara seseorang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat mengucapkan bunyi bahasa. Melafalkan berarti mengucapkan. Adapun kualifikasi penilaian lafal Bahasa Indonesia dibedakan atas:
Tekanan sudah mendekati standar, tidak jelas terdengar pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing;
Ucapan mudah dipahami;
Sesekali timbul kesukaran memahami;
Sama sekali tidak dapat dipahami
Menurut Ahmad Iskak dan Yustinah dalam buku Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK kelas X, dalam bahasa tulis, lafal tidak terlihat dengan jelas. Lafal lebih tercermin dalam bahasa lisan. Misalnya, kata tepat berbeda dengan cepat, guna berbeda dengan tuna, kerak berbeda dengan gerak, basi berbeda dengan bisa, dan sebagainya.
Perbedaan lafal ini lebih dipengaruhi oleh perbedaan konsonan atau vokal. Kata-kata tersebut akan lebih terlihat apabila diucapkan secara lisan.
Tak hanya lafal, ada beberapa aspek lain yang dapat memengaruhi cara berbicara seseorang. Apa saja? Penjelasan selengkapnya di bawah sini.
Baca Juga: Ini Penulisan Lafal Amin yang Benar dan Artinya
Aspek-aspek Berbicara selain Lafal
Selain lafal, ada aspek-aspek berbicara yang perlu diperhatikan, berikut ini adalah:
1. Kosakata
Kosakata berarti perbendaharaan. Kemampuan memiliki kata yang tepat dan sesuai (diksi) dapat dijadikan tolak ukur dalam menilai keterampilan seseorang dalam berbicara.
Untuk menambah kosakata, kita harus menggunakan kamus, sering memperhatikan orang yang terampil berbicara, sering berlatih, banyak membaca, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Klasifikasi kosakata untuk keterampilan berbicara adalah:
Pemilihan kata-kata yang sangat baik;
Kadangkala digunakan kata dan istilah yang kurang tepat;
Sering menggunakan kata-kata yang salah;
Kiosakatanya sangat terbatas sehingga tidak lancar;
Sering menggunakan kata yang salah sehingga tidak lancar;
Sering menggunakan kata yang salah sehingga pembicaraanya sulit dipahami.
2. Struktur kalimat
3. Kefasihan
4. Isi pembicaraan
5. Bahasa tubuh
6. Pemahaman.
Teknik-teknik Berbicara
Supaya bisa berbicara dengan baik dan benar, simak teknik-teknik berbicara berikut ini.
Menyiapkan topik pembicaraan dengan baik
Diucapkan dengan jelas dan tepat
Diucapkan dengan intonasi yang baik dan tepat
Kata atau kalimat yang diutamakan, diucapkan dengan tekanan yang lebih kuat dan jelas
Memperhatikan kondisi dan situasi
Bersikap sopan
Memberikan kesempatan lawan bicara untuk memahami apa yang disampaikan
Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menjawab dan mengomentari
Memperhatikan tanda-tanda baca saat membaca
Mengatur napas dengan baik.
(SNS)
Frequently Asked Question Section
Apa arti kosakata?

Apa arti kosakata?
Kosa kata, berarti perbendaharaan.
Apa saja kualifikasi penilaian lafal Bahasa Indonesia?

Apa saja kualifikasi penilaian lafal Bahasa Indonesia?
Tekanan sudah mendekati standar, tidak jelas terdengar pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing, ucapan mudah dipahami, sesekali timbul kesukaran memahami, dan sama sekali tidak dapat dipahami.
Apa saja aspek-aspek berbicara?

Apa saja aspek-aspek berbicara?
Lafal, kosakata, struktur kalimat, kefasihan, isi pembicaraan, bahasa tubuh, dan pemahaman.
