Arti Lailahaillallah dan Konsekuensi Mengucapkan Kalimat Tauhid

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang muslim wajib mengetahui arti Lailahaillallah ( لَا إِلَهَ إِلاَّ الله ). Kalimat ini merupakan kalimat tauhid yang menjadi pondasi utama agama Islam.
Sebagaimana yang sudah diketahui, rukun Islam yang pertama adalah syahadat. Kalimat tauhid inilah yang diucapkan saat syahadat, sebagai bentuk kesaksian bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah Swt.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai arti Lailahaillallah di bawah ini.
Memahami Makna Lailahaillallah
Arti Lailahaillallah yang benar adalah Laa ma’buuda bi haqqin illallah ( لآ معبود حق إِلاَّ اللهُ ), artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak untuk disembah kecuali hanya Allah Swt.
Dalam buku Aqidah al-Tauhid fi Al-Qur’an al-Karim, Syekh Muhammad ‘Abdul Qadir Khalil menjelaskan bahwa secara retorika, kalimat Lailahaillallah disajikan dalam gaya bahasa qashr nafyi dan itsbat.
Gaya bahasa tersebut membatasi makna dengan cara menegasikan yang lain dan menetapkan salah satunya. Kalimat Lailaha merupakan bentuk negasi, kemudian ditetapkan oleh kalimat Illallah.
Inilah makna kalimat tauhid, yakni untuk mengesakan Allah Swt. dan menolak keikutsertaan Tuhan lain. Tuhan lain dalam hal ini termasuk sesembahan seperti pohon, matahari, bulan, atau patung.
Baca Juga: Memahami Arti Syahadat, Rukun Pertama dalam Islam
Dalil mengenai keesaan Allah Swt. disebutkan dalam banyak ayat di Al-Quran, berikut beberapa di antaranya:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S Al Hajj: 62)
وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذاً مِّنَ الظَّالِمِينَ
“Dan janganlah kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah. sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim“. (Q.S Yunus: 106)
Konsekuensi Mengucapkan Kalimat Tauhid
Setelah mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah, seorang hamba mestinya tidak diam saja dan menolak mengerjakan amal saleh. Terdapat konsekuensi dari kalimat tauhid.
Menurut ulama, setidaknya ada delapan syarat yang harus dipenuhi seseorang yang sudah mengucapkan kalimat tauhid.
Ilmu, berarti seorang muslim harus memahami makna yang benar yang terkandung di dalam kalimat لَا إِلَهَ إِلاَّ الله.
Yakin, seorang mukmin harus yakin dan tidak boleh sedikitpun merasa ragu pada Allah sebagai satu-satunya Zat yang berhak dan wajib disembah.
Ikhlas, berarti seorang hamba memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah, bukan pada nabi, malaikat, jin, atau selain-Nya.
Jujur, berarti seorang hamba harus menyelaraskan antara lisan dan hatinya. Lisannya mengikrarkan kalimat Lailahaillallah dan hatinya membenarkan apa yang diucapkan lisannya.
Cinta, seorang hamba yang mengucapkan kalimat tauhid haruslah mencintai Allah, Rasul-Nya, dan cinta kepada orang-orang yang menegakkan kalimat Lailahaillallah.
Patuh, orang yang telah mengucapkan kalimat tauhid harus patuh dan tunduk terhadap syariat yang telah ditetapkan Allah Swt.
Menerima, seorang hamba menerima tauhid ini dengan lisan dan hatinya tanpa ada penolakan sedikitpun. Ia rida dan berkomitmen beribadah hanya kepada Allah saja.
Berlepas diri dari syirik, seorang yang mengucapkan kalimat tauhid harus berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan.
Nah, demikianlah penjelasan mengenai arti Lailahaillallah dan konsekuensinya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa syarat mengucapkan kalimat tauhid?

Apa syarat mengucapkan kalimat tauhid?
Ilmu, berarti seorang muslim harus memahami makna yang benar yang terkandung di dalam kalimat لَا إِلَهَ إِلاَّ الله.
Apa dalil tentang kuasa Allah?

Apa dalil tentang kuasa Allah?
“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S Al Hajj: 62)
Apa rukun Islam pertama?

Apa rukun Islam pertama?
Sebagaimana yang sudah diketahui, rukun Islam yang pertama adalah syahadat.
