Arti Nemen, Contoh Penggunaan, dan Bahasa Jawa Populer Lainnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu penasaran dengan arti nemen? Kata nemen memang bahasa gaul yang sedang populer akhir-akhir ini.
Istilah nemen sendiri merupakan bahasa Jawa. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Nemen
Arti kata nemen dalam bahasa Jawa ke Indonesia adalah parah. Kata nemen juga bisa diartikan 'banget' atau 'kebangetan'.
Nemen merupakan sebuah kata dari bahasa Jawa Ngoko Kasar. Bahasa ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau seumuran untuk memberikan kesan akrab. Bisa juga untuk orang yang lebih muda dari kita.
Kata nemen menjadi populer dan banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata nemen sendiri juga ditemukan dalam lirik lagu Nemen oleh Noleh Gilga, ciptaan Gildcoustic.
Lagu Nemen ini juga dibawakan oleh penyanyi dangdut kondang lainnya, antara lain Sasya Arkhisna, Putri Kristya, Happy Asmara dll.
Baca Juga: Arti Cundamani dalam Bahasa Jawa dan Sansekerta
Contoh Penggunaan Nemen dalam Kalimat
Berikut ini beberapa contoh penggunaan kata 'nemen' dalam kalimat awalan, tengah dan akhiran:
Nemen urip ku iki. (Parah hidup saya ini)
Masio loro nemen kula isih kuat. (Walau sakit parah saya masih kuat)
Soyo suwi soyo nemen. (Semakin lama semakin parah)
Dadi uwong mbo ya ojo bodoh-bodoh nemen. Kebanyakan wong wedok nek nglarani nemen tenan. (Jadi orang jangan bodoh-bodoh banget. Kebanyakan wanita kalau nyakiti kebangetan/keterlaluan)
Istilah Bahasa Jawa Populer Lainnya
Berikut beberapa kata dalam bahasa Jawa yang juga populer dan umum didengar.
Saya = Kula/Dalem
Kamu = Kowe/ Panjenengan
Kami = Awake dhewe
Dia = Dheweke/ Piyambakipun
Ini = Iki/ Menika
Itu = Kuwi/ Niku
Di mana = Ngendhi/ Wonten Pundhi
Yang Mana = Sing endhi / Ingkangpundhi
Siapa = Sapa/ Sinten
Mengapa = Ngapa / Kadhasmenapa
Bagaimana = Piye / Kadhospundi
Tidak = Ora/ Mboten
Barangkali = Menawa/ Menawi
Orang = Uwong/ Tiyang atau Piyantun
Laki-Laki = Lanang/ Kakung
Perempuan = Wedok atau Wadon/ Estri
Ayah = Rama
Anak = Lare atau Putra
Nama = Jeneng atau Asma
Uang = Duwit/ Arta
Jalan = Dalan/ Mergi
Semua = Kabeh/ Sedanten atau Sedaya
Kalau = Menawa/ Menawi
Lebih-Luwih/ Langkung
Sangat = Sanget
Dari = Saking
Ke = Dateng
Sekarang = Sakmeniko
Baru = Enggal
Tua = Sepuh
Panjang = Dowo
Pendek = Cendek
Murah = Merah
Mahal = Larang
Panas = Benther
Dingin = Asrep
Hari ini = Sakmeniko
Besok = Mbenjang
Atas = Nginggil
Bawah = Ngandhap
Lapar = Luwe
Bahagia = Rahayu
Sakit = Gerah
(DEL)
