Konten dari Pengguna

Arti Planning dalam Bisnis, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Planning. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Arti Planning. Foto: Pexels

Arti planning menurut Oxford Languages adalah proses pembuatan rencana untuk sesuatu. Adapun arti rencana (plan) menurut KBBI adalah rangka sesuatu yang akan dikerjakan; konsep; acara (pembicaraan); program; maksud; niat.

Istilah lain dari planning adalah cetak biru. Untuk memahami arti planning secara lengkap, kamu bisa simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Planning

Pengertian Planning. Foto: Unsplash

Menurut John Douglas, planning adalah suatu proses yang terus-menerus dalam hal pengkajian, membuat tujuan dan saran, serta mengimplementasikan dan mengevaluasi ataupun memantaunya.

Sementara dikutip dari Investopedia, pengertian planning adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuannya.

Sebuah rencana bisnis menjabarkan peta jalan tertulis untuk perusahaan dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.

Misalnya, rencana bisnis digunakan untuk menarik investasi sebelum perusahaan memiliki rekam jejak yang terbukti atau untuk mengamankan pinjaman.

Setiap perusahaan harus memiliki planning bisnis. Idealnya, rencana tersebut ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk melihat apakah tujuan telah tercapai atau telah berubah dan berkembang.

Baca Juga: Manpower Planning: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya

Tujuan Planning

Tujuan Planning. Foto: Pexels

Menurut Stephen Robbins dan Mary Coulter, ada beberapa tujuan planning, yaitu sebagai berikut.

1. Memberikan Pengarahan

Planning bertujuan untuk memberikan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Tanpa rencana, departemen dan individu mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efisien.

2. Mengurangi Ketidakpastian

Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.

3. Meminimalisir Pemborosan

Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefisiensi dalam perusahaan atau organisasi.

4. Menetapkan Tujuan dan Standar

Tujuan perencanaan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian.

Proses pengevaluasian adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Jenis-jenis Planning

Jenis-jenis Planning. Foto: Unsplash

Terdapat beberapa jenis planning ditilik berdasarkan jangka waktu, tingkatan, dan ruang lingkupnya. Berikut penjelasannya.

1. Berdasarkan Jangka Waktu

Dilihat dari jangka waktunya, planning dibagi menjadi dua, yakni:

  • Planning Jangka Pendek, merupakan perencanaan yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu dekat. Biasanya planning ini dibuat untuk durasi kurang dari lima tahun.

  • Planning Jangka Panjang, merupakan perencanaan yang dibuat untuk mencapai satu atau beberapa tujuan dengan waktu yang sangat panjang. Planning jangka panjang memiliki durasi pencapaian tujuan dalam kurun waktu lebih dari lima tahun.

2. Berdasarkan Tingkatan

Planning dapat dilihat dari cakupan tindakan. Tingkatan yang dimaksud adalah tingkat urgensi dari capaian tujuan itu sendiri.

Misalnya, jika terjadi suatu peristiwa atau keadaan darurat yang tidak terduga, seperti cuaca ekstrem, atau bencana alam yang mengganggu operasi, maka akan terdapat beberapa planning baru yang muncul, sesuai dengan tingkatan urgensinya.

3. Berdasarkan Ruang Lingkup

Planning mencakup tujuan dan tugas dengan jangka waktu tertentu yang dirancang untuk ruang lingkup yang berbeda-beda. Misalnya, pada ruang lingkup operasional rutin seperti maintenance, planning yang dibuat akan memiliki durasi yang cukup panjang.

Sedangkan untuk ruang lingkup acara, seperti wedding organizer di suatu pernikahan, maka planning yang dibuat cenderung memiliki durasi yang pendek.

(DEL)