Arti Radikal dan Bedanya dengan Radikalisme

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin banyak yang belum tahu, tapi arti radikal dan radikalisme itu berbeda. Radikal adalah kata yang netral, bisa bermakna baik maupun buruk.
Sementara radikalisme adalah sebuah paham atau aliran. Simak penjelasan selengkapnya mengenai radikal dan radikalisme di bawah ini.
Pengertian Radikal
Arti radikal secara etimologi berasal dari bahasa Latin, yakni radix atau radici yang artinya "akar". Istilah radikal muncul dari gagasan bahwa perubahan politik harus "berasal dari akar" atau bersumber dari masyarakat yang paling mendasar.
Adapun arti radikal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip). Selain itu, radikal adalah istilah politik yang bermakna amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan). Radikal juga bisa berarti maju dalam berpikir atau bertindak.
Jika merujuk pada pengertian di atas, maka radikal adalah istilah yang bisa bermakna positif dan bermakna negatif. Makna dari radikal bergantung pada penggunaan ruang dan waktu.
Perbedaan Radikal dan Radikalisme
Radikal berbeda dengan radikalisme. Istilah radikal masih bisa bermakna positif, sementara radikalisme lebih sering bermakna negatif.
Dalam KBBI dijelaskan pengertian radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.
Dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, pengertian radikalisme digambarkan menjadi empat hal penting, yakni anti Pancasila, anti Kebinekaan, anti NKRI, dan anti UUD 1945.
UU No. 5 tahun 2018 tersebut juga dapat ditafsirkan sebagai berikut.
Radikalisme mengacu pada kelompok tertentu yang bermaksud dan berupaya mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem lain.
Radikalisme mengacu pada aktivitas politik suatu kelompok ekstremis, yang tak segan menggunakan cara-cara kekerasan, melayangkan tuntutan dengan memaksakan, bahkan bisa sampai disertai dengan tindak terorisme.
Radikalisme juga mengacu pada kelompok yang memiliki sikap dan nilai-nilai antidemokrasi.
Baca Juga: 6 Faktor Terjadinya Paham Radikalisme
Ciri-ciri Radikalisme
Radikalisme adalah paham yang mengancam keutuhan NKRI, sehingga harus diwaspadai. Kamu bisa simak ciri-cirinya di bawah ini agar bisa menghindari paham radikalisme. Menurut Masduki (2013), berikut ciri-ciri radikalisme:
Mengeklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tidak sependapat.
Mempersulit tata cara Islam yang dianut, bahwa sejatinya ajaran Islam bersifat samhah atau toleran dengan menganggap perilaku, hukum dan ibadah.
Bersikap berlebihan dalam menjalankan ritual agama yang tidak pada tempatnya.
Mutlak dalam berinteraksi, keras dalam berbicara terutama terkait apa yang diyakininya dan emosional dalam berdakwah atau menyampaikan pendapat.
Mudah berburuk sangka kepada orang lain di luar golongannya yang tidak sepaham.
Mudah mengkafirkan atau memberi label takfiri orang atau kelompok lain yang berbeda pendapat.
Itulah penjelasan mengenai radikal dan bedanya dengan radikalisme. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri radikalisme?

Apa ciri-ciri radikalisme?
Mengeklaim kebenaran tunggal dan menyesatkan kelompok lain yang tidak sependapat.
Apakah paham radikalisme berbahaya?

Apakah paham radikalisme berbahaya?
Radikalisme adalah paham yang mengancam keutuhan NKRI, sehingga harus diwaspadai.
Apakah radikal bermakna negatif?

Apakah radikal bermakna negatif?
Jika merujuk pada pengertian di atas, maka radikal adalah istilah yang bisa bermakna positif dan bermakna negatif. Makna dari radikal bergantung pada penggunaan ruang dan waktu.
